Transit Umroh di Kuala Lumpur: City Tour Singkat Sebelum Terbang ke Tanah Suci

Table of Contents
Twin Towers Petronas Kuala Lumpur saat transit umroh
Twin Towers Petronas menjadi salah satu destinasi city tour singkat sebelum menuju Bandara KLIA untuk penerbangan umroh.

Dalam artikel tentang Itinerary Umroh 11 Hari di blog ini sebelumya, ada jadwal transit semalam di Malaysia. Transit yang cukup lama tersebut diisi dengan city tour di 3 ikon yang mewakili wajah Kuala Lumpur (KL). Sebenarnya kami sudah beberapa kali ke KL, tapi kami tetap bersemangat karena 2 dari 3 destinasi tersebut belum pernah kami kunjungi.

Transit di Kuala Lumpur biasa dilakukan oleh jemaah umroh Indonesia yang menggunakan Malaysia Airlines. Apalagi kami berangkat dari Pekanbaru, yang jaraknya cukup dekat dengan Kuala Lumpur. Kegiatan selama transit tergantung banyaknya waktu dan jadwal penerbangan. Kebetulan keberangkatan kami pukul 15.30 sehingga setelah sarapan, kami diajak untuk city tour ke destinasi yang tak jauh dari rute ke bandara.

Tim Pemandu City Tour Kuala Lumpur

Selama umroh dengan Riau Wisata Hati (RWH), kami didampingi oleh tour leader dari kota asal kami hingga kembali lagi ke kota kami dengan sehat dan selamat. Tapi di setiap kota yang kami kunjungi, rombongan diserahkan kepada tim pemandu lokal. Ini bagus sekali karena tim lokal paling paham kondisi setempat.

Begitu pula ketika city tour Kuala Lumpur, kami didampingi tim lokal dengan pemandu yang sangat informatif dan kocak. Nada bicara dan kekocakan beliau mengingatkan kami pada King Nazar tapi versi lebih tenang. Beliau memberi informasi tentang tiap jengkal jalan yang kami lalui.

Kami jadi tahu sekilas tentang Malaysia, antara lain jumlah provinsi di Malaysia. Kami juga diberitahu tentang bagaimana warga menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satunya tentang ibu tunggal (single mom). Di Malaysia tidak sopan menyebut janda. Ibu tunggal yang berpenghasilan rendah mendapat bantuan sebesar 1000 RM per bulan. Bantuan itu akan dihentikan jika ibu tunggal tersebut telah mendapatkan penghasilan yang layak atau menikah kembali. 

Pemandu merupakan peran yang sangat penting, baik untuk wisata biasa, apalagi untuk wisata religi. Karena itu, didampingi pemandu atau mutowif yang informatif merupakan keuntungan yang akan membuat perjalanan lebih dari sekedar senang.

Taman KLCC Twin Towers (Petronas)

Twin Towers (451,9 meter) merupakan landmark utama Malaysia yang dibangun oleh anak perusahaan Petronas. Sebagian besar ruangannya digunakan oleh Petronas. Menara Petronas ini pernah menjadi menara tertinggi di dunia ketika pertama kali diresmikan pada tahun 1999. Sebagai menara secara umum, sekarang Twin Towers kalah tinggi dengan Menara 118 dan Menara KL. Namun sebagai menara kembar, Twin Towers tetap yang tertinggi di dunia. 

Pertama kali kami mengunjungi Twin Towers Petronas adalah ketika anak-anak masih kecil. Waktu itu wisatawan yang naik hingga puncak menara tidak seramai sekarang. Sebelum mencapai puncak, kami berhenti dulu di lantai 41/42 untuk berganti lift yang lebih kecil. Di lantai ini ada jembatan penghubungnya dan kami boleh masuk. Sedangkan di puncak menara ada teropongnya. Setelah itu, kami sempat kembali lagi kompleks KLCC ini.

Karena keterbatasan waktu, rombongan kami hanya berada di halaman KLCC. Itu pun tidak lama karena didominasi foto bersama dan parkir busnya di tempat yang dibatasi waktu. Di sini kami mendapat ujian umroh, yaitu tongsis mamah dipatahkan papah. 

Ceritanya, papah mau meluruskan tongsis lipat mamah. Bukannya dicari bagaimana caranya tapi malah dipaksa agar lurus. Mamah sempat kesal bukan main tapi suasana cair berkat campur tangan tour leader kami yang menawarkan diri untuk memotret papah dan mamah. Mungkin itu cara Allah mengatur agar nantinya kami lebih banyak beribadah daripada bikin konten.

Chocolate Kingdom

Jika selama ini orang Indonesia lebih mengenal Beryl’s sebagai merek cokelat Malaysia maka ada merek lain yang bisa dijadikan alternatif. Cokelat yang dijual di Chocolate Kingdom adalah merek Byblos. Variasi rasa, ukuran dan kemasannya sangat banyak.

Contohnya untuk rasa durian dijual dengan harga 40 RM per pak. Untuk pembelian 3 paket akan mendapatkan gratis 1 pak. Selain itu ada kemasan-kemasan kecil berbagai rasa dengan kemasan warna-warni. Harganya 17 RM per pak dan pembeli mendapat 1 pak gratis untuk pembelian 4 pak.

Kami membeli kemasan-kemasan kecil tersebut karena tidak mau koper kami penuh sebelum mencapai tanah suci. Oya, jika ada jadwal transit seperti ini jangan lupa untuk membawa mata uang negara yang bersangkutan atau memastikan kartu debet kita berlaku di negara tersebut.

Masjid Putra

Masjid Putra yang berada di Kompleks Putrajaya ini ikonik karena megah tapi berwarna pink sehingga disebut juga Masjid Pink. Warna pink memang tidak lazim digunakan sebagai cat masjid. Namun sesungguhnya warna pink ini alami dari warna granit yang digunakan pada dinding-dindingnya. Sedangkan Putrajaya merupakan kompleks kantor pemerintahan Malaysia.

Kami sampai di sini jam 11.35. Cuaca sangat terik, tak beda dengan matahari di Riau. Pedestrian yang serba keramik menambah hawa panas yang kami rasakan. Kami turun bus menggunakan topi atau payung untuk berjalan kaki dari tempat parkir ke masjid yang jaraknya cukup dekat.

Masjid Putra yang diresmikan pada tahun 1999 ini berada di tepi danau dengan sebagian konstruksi di dalam air sehingga masjid tersebut tampak seperti mengapung. Kubah utama dan kubah-kubah yang lebih kecil berbentuk seperti kelopak bunga.

Tujuan utama kami ke masjid ini selain karena keistimewaannya, juga untuk makan siang. Saat itu belum masuk waktu sholat dhuhur sehingga kami langsung diarahkan ke area bawah masjid. Di area ini terdapat restoran yang sebenarnya memiliki pemandangan keren, yaitu menghadap Danau Putrajaya. Sayang, waktu itu sedang ada renovasi sehingga pandangan kami tertutup oleh terpal putih besar.

Sebenarnya restoran ini untuk umum tapi waktu itu sedang khusus melayani prasmanan jemaah umroh dari berbagai travel dan wilayah di Indonesia yang akan naik Malaysia Airlines (MAS). Kami duduk semeja dengan jemaah dari Jawa Timur yang berangkat lewat YIA (Yogyakarta). 

Karena satu paket dengan MAS maka makanannya sudah pasti enak dan banyak. Tapi berhubung akan melakukan perjalanan selama 9 jam di dalam pesawat maka kami makan secukupnya saja. Ternyata ini merupakan keputusan yang tepat karena selama di pesawat makanan seperti mengalir terus.

Masjid Pink terbuka untuk semua wisatawan dari semua agama dan negara. Waktu itu kami datang bersamaan dengan rombongan turis dari Tiongkok. Hanya saja jam buka untuk turis diatur agar tidak mengganggu waktu sholat dan kegiatan rohani lainnya. Turis non Islam yang tidak menggunakan hijab dapat meminjam jubah pada petugas.

Sebelum kembali ke bus, beberapa teman sempat jajan es krim keliling di halaman masjid. Kami tidak beli untuk menjaga kondisi perut dan tenggorokan.

Perjalanan ke KLIA

Kami meninggalkan Masjid Putra pada jam 12.23 untuk menuju KLIA. Kami memasuki kawasan bandara pada jam 12.50. Beberapa menit kemudian kami sudah sampai pintu masuk keberangkatan. Di bandara, pemandu mengucapkan selamat berpisah dan menyerahkan kami pada tim handling. Kami senang mendapatkan pemandu yang informatif dan segar seperti itu.

Pada jam 13.30, kami sudah melewati imigrasi KLIA. Pada pukul 15.00, kami sudah berada di ruang tunggu boarding. Pukul 15.30, kami sudah berada di dalam pesawat. 

Perlu diketahui bahwa mushola KLIA yang terdekat dengan ruang tunggu berada di lantai atas dan tidak besar padahal yang antri banyak sehingga jemaah harus mengutamakan sholat dulu sebelum melakukan hal lain.

Penutup

Dalam waktu terbatas, travel telah mengatur itinerary dengan baik agar kami mendapatkan pengalaman mengesankan selama di Kuala Lumpur. Twin Towers (landmark modern), Chocolate Kingdom (pusat oleh-oleh), dan Masjid Putra (landmark religi) merupakan pilihan yang tepat untuk mewakili Malaysia. Urutan destinasi tersebut juga sudah tepat sehingga kami tidak perlu menunggu terlalu lama di Bandara KLIA dan juga tidak terlambat. 

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa ternyata jarak Putrajaya dan bandara tidak terlalu jauh sehingga Masjid Putra dan Kompleks Putraajaya dapat dijadikan pilihan yang direkomendasikan sebelum ke bandara jika waktu benar-benar tidak memungkinkan untuk pergi ke destinasi lain.

Memang, jadwal city tour tergantung keputusan travel umroh. Namun setidaknya artikel ini dapat memberi gambaran tentang kegiatan yang akan dilakukan jika mendapatkan itinerary yang sama. Mungkin destinasi tersebut juga bermanfaat untuk teman-teman yang ingin berwisata ke Kuala Lumpur. Untuk foto dan video yang lebih banyak dapat dilihat di Instagram @jalansitu.


Post a Comment