Musholla di Clock Tower Makkah: Lokasi, Fasilitas, dan Pengalaman Salat di Sana

Table of Contents
Pemandangan Masjidil Haram dari jendela musholla di Clock Tower Makkah
Pemandangan Masjidil Haram dari jendela musholla Clock Tower Makkah. Jamaah dapat melihat area Masjidil Haram dengan jelas dari dalam musholla. Foto milik www.jalansitu.com.

Cita-cita umat Islam ketika umroh atau haji adalah sholat fardlu dan sholat sunah sebanyak-banyaknya di Masjidil Haram. Namun, kadang kondisi tidak memungkinkan untuk pergi ke Masjidil Haram. Dalam kondisi seperti itu, banyak jemaah yang memilih sholat di musholla daripada di kamar. Biasanya, kamar sering berantakan karena jemaah tidak sempat membereskannya sehingga kurang nyaman untuk sholat. 

Di dalam Clock Tower atau Abraj Al Bait Makkah, ada musholla yang sangat nyaman. Namun tidak semua orang mengetahuinya. Padahal musholla ini terbuka untuk semua jemaah, baik yang menginap atau tidak menginap di Clock Tower.

Lebih Baik Salat di Musholla Clock Tower atau di Masjidil Haram?

Tentu saja yang terbaik adalah sholat di Masjidil Haram. Dengan paket umroh selama 9-12 hari (4-7 hari di Makkah), rasanya sayang jika tidak memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. 

Clock Tower memang berhadapan langsung dengan Masjidil Haram dan merupakan bangunan menara paling terkenal di Makkah. Namun ada beberapa kondisi yang memaksa jemaah tidak bisa melangkahkan kaki ke Masjidil Haram meski sudah di depan mata. Misalnya hujan badai, tidak enak badan, meninggalkan balita atau lansia yang sedang tidur di kamar hotel, terlambat bangun tidur dan sebagainya. 

Ketika menginap di Hotel Al Marwa Rayhaan by Rotana yang berada di dalam gedung Clock Tower, kami beberapa kali memanfaatkan mushollanya. Saat itu kondisi mamah dan papah kurang sehat setelah menjalankan prosesi umroh dan menjelang kepulangan ke tanah air. Biasanya pada hari-hari tersebut memang banyak jemaah yang mengalami kelelahan, meriang dan batuk-batuk.

Lokasi Musholla di Clock Tower

Jemaah yang menginap di Hotel Rotana (lantai P11) diuntungkan dengan letak musholla yang sangat dekat. Tamu hotel wanita cukup keluar dari pintu masuk utama lalu turun satu lantai ke lantai P10 menggunakan elevator (tangga berjalan). Sedangkan tamu hotel laki-laki harus turun 2 lantai ke lantai P9. 

Tamu juga bisa menggunakan lift yang terletak di sebelah pintu hotel tapi lebih cepat menggunakan elevator. Jemaah yang tidak menginap di dalam Clock Tower juga bisa menggunakan lift ini karena letaknya paling dekat dengan pintu masuk dan keluar mall. 

Selain itu, ada banyak sekali lift di bagian tengah mall. Deretan lift tersebut juga melewati lantai P4 yang merupakan letak Abraj Hypermarket dan foodcourt. Tapi berdasarkan pengalaman, naik dan turunnya lift di bagian tengah tersebut cukup lama karena digunakan lebih banyak orang. 

Aturan Musholla Clock Tower yang Kami Ketahui Berdasarkan Pengalaman

Kami tidak tahu aturan resmi di musholla ini karena informasi keberadaan musholla ini berasal dari papah yang gemar bereksplorasi. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama untuk jemaah wanita (akhwat) karena lebih ketat. 

Seluruh aturan di bawah ini merupakan pengalaman selama berkunjung. Pengelola dapat mengubah peraturan sewaktu-waktu sehingga sebaiknya jamaah tetap mengikuti arahan petugas di lokasi.

1. Bayi Tidak Boleh Masuk

Untuk menjaga ketenangan, waktu itu bayi tidak boleh masuk. Entah sekarang ya, siapa tahu peraturan berubah. Tapi ada tempat tersendiri sehingga ibunya tetap bisa ikut sholat berjamaah. Tempatnya cukup sempit sehingga sebaiknya para ibu membawa sajadah sendiri. 

2. Tidak Boleh Memotret Sembarangan

Di musholla ini, mamah pernah ditegur askar perempuan karena mengarahkan kamera HP ke jemaah. Tapi askar di sini lebih santai kok, tidak teriak-teriak seperti di Masjidil Haram karena jemaahnya tidak terlalu banyak.

Sebenarnya, boleh saja memotret asal tidak diarahkan ke jemaah karena banya pemakai niqob yang membuka cadarnya. 

3. Taruh Sepatu di Rak

Biasanya jemaah sudah dibekali tas sepatu oleh travel agar bisa membawa sepatu masuk ke masjid-masjid. Tapi di musholla ini sudah tersedia rak untuk banyak sepatu. Ada rak yang menghadap keluar dan ada pula rak yang menghadap ke dalam. Tapi taka da salahnya tetap membawa tas untuk berjaga-jaga jika rak penuh. Selama kami di sana, rak belum pernah penuh.

4. Mengikuti Imam Masjidil Haram

Jemaah di musholla ini tetap mengikuti Imam Masjidil Haram. Suaranya bisa terdengar jelas tapi empuk karena menggunakan sound system terbaik di dunia. Di dalam musholla ini ada receiver-nya sehingga tidak menggunakan TOA yang suaranya memekakkan itu.

Setelah sholat, kami selalu langsung kembali ke kamar jadi tidak tahu apakah diperkenankan berlama-lama di musholla ini atau tidak. Entah apakah tempat ini juga dikunci atau tidak setelah sholat. Tapi kami sempat melihat bahwa banyak jemaah yang gegoleran setelah sholat. Sedangkan penjaganya hanya ada 2-3 askar yang duduk santai.

Kondisi Musholla

Kondisi musholla ini tak beda jauh dengan musholla di hotel-hotel berbintang atau gedung-gedung mewah lainnya di Jakarta.

Berikut ini adalah beberapa kondisi menarik yang perlu diketahui.

1. Tampilan Luar

Musholla ini menempati salah satu ruangan besar di Clock Tower sehingga tampilan luarnya tak beda dengan hall yang biasanya terdapat di bangunan megah. Bedanya hanya banyak rak sepatu di depan ruangan ini.

2. View yang Luar Biasa

Musholla Clock Tower tegak lurus menghadap Gate 1 atau Gate King Abdul Azis yang merupakan pintu utama Masjidil Haram. Jemaah dapat melihatnya dengan jelas berkat adanya jendela-jendela kaca yang lebar. 

Dari balik jendela kaca yang lebar, Masjidil Haram tampak begitu dekat. Rasanya unik karena meski tidak berada di pelataran masjid, suasana ibadah tetap terasa kuat.

Kalau mendapat saf terdepan, kita boleh memotret Masjidil Haram sepuasnya. Tapi jika mendapat saf belakang, tunggu saja setelah sholat selesai dan saf depan bubar untuk memotretnya. Foto-foto kami bisa dilihat di Instagram @jalansitu. 

Namun perlu diingat kembali bahwa kamera tidak boleh diarahkan ke jemaah. 

3. Disediakan Air Minum Gratis

Di sini terdapat lemari pendingin yang berisi botol-botol air mineral. Jemaah bebas mengambilnya tapi ambil seperlunya saja, tidak perlu bikin stok. Air minum gratis di seputar Makkah mudah didapatkan.

4. Disediakan Kursi Lipat 

Sama seperti di Masjidil Haram, di musholla ini juga ada kursi lipat untuk lansia dan difabel. Jika jemaah kesulitan mengambilnya dapat minta bantuan askar. Tapi jika bersama keluarga, ambil dan kembalikan kursi ke tempat semula dengan rapi. Letak penyimpanan kursi lipat berada dekat rak sepatu yang menghadap ke dalam.

5. Nyaman dan Adem

Karpet di sini lebih empuk daripada di Masjidil Haram dan tentu saja ada AC. Tempat ini sangat nyaman untuk tinggal berlama-lama.

Tips Sholat di Mushola Clock Tower

Meski sholat di sini tidak butuh banyak persiapan dan strategi agar bisa masuk, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tidak Perlu Datang Terlalu Awal

Tak perlu ngetek tempat karena selama di sana, musholla belum pernah penuh. Jadi tidak perlu datang terlalu awal seperti di Masjidil Haram.

2. Sebaiknya Sudah Berwudhu

Usahakan kondisi jemaah sudah suci atau sudah berwudhu ketika tiba di musholla karena tempat wudhu agak jauh. Kami sendiri selalu sudah wudhu di kamar.

Sholat di Masjidil Haram merupakan prioritas karena untuk itulah kita lama menabung dan jauh-jauh datang ke Makkah. Tapi jika terpaksa dan sedang berada di Clock Tower, ada musholla yang nyaman. Apalagi sholat berjamaahnya mengikuti Imam Masjidil Haram. Jika berencana umroh atau haji dan ada kemungkinan ke Clock Tower, jangan lupa untuk mencatat letak mushollanya.

FAQ

Apakah ada musholla di Clock Tower Makkah?

Ya. Di dalam kompleks Clock Tower (Abraj Al Bait) tersedia musholla yang dapat digunakan oleh jamaah. Berdasarkan pengalaman kami, musholla ini juga dapat digunakan oleh jamaah yang tidak menginap di hotel-hotel Clock Tower.

Musholla Clock Tower berada di lantai berapa?

Musholla wanita berada di lantai P10, sedangkan musholla pria berada di lantai P9.

Apakah musholla Clock Tower mengikuti imam Masjidil Haram?

Ya. Jamaah mengikuti Imam Masjidil Haram melalui sistem audio yang terdengar sangat jelas di dalam musholla.

Apakah musholla Clock Tower memiliki tempat wudhu?

Ada. Namun letaknya tidak terlalu dekat dengan ruang salat. Karena itu kami menyarankan jamaah sudah berwudhu sebelum datang ke musholla.

Apakah jamaah nonhotel boleh menggunakan musholla Clock Tower?

Berdasarkan pengalaman kami, jamaah yang tidak menginap di Clock Tower tetap dapat menuju musholla melalui area mal. 

Apakah boleh memotret di musholla Clock Tower?

Sebaiknya berhati-hati. Berdasarkan pengalaman kami, petugas menegur jamaah yang mengarahkan kamera ke orang lain. Hindari memotret jamaah, terutama karena ada sebagian wanita yang membuka cadarnya saat berada di dalam musholla.

Post a Comment