Masjid Al-Ikhlas PIK, Pantai Indah Kapuk, yang Cantik dan Modern

Table of Contents
Tampak depan Masjid Al-Ikhlas PIK
Tampak depan Masjid Al-Ikhlas PIK.

Masjid Al-Ikhlas merupakan salah satu ikon wisata di PIK (Pantai Indah Kapuk), Jakarta Utara. Masjid ini tak hanya menjadi pelengkap untuk sholat umat Islam yang berwisata di PIK, tapi sudah menjadi salah satu tujuan utama dalam itinerary. Karena itu, sebagian orang memasukkannya dalam wisata religi.

Dalam kunjungan selama 5 hari 4 malam di Jakarta, kami juga mengunjungi PIK secara spontan tanpa rencana. Saat itu, kami barusaja selesai ketemu dan ngobrol dengan saudara di Mbience Cafe Rawamangun, Jakarta Timur. Karena waktunya masih siang, kami putuskan untuk ke PIK saja daripada balik ke apartemen.

Kami segera memesan taksi online dengan tujuan pertama Masjid Al-Ikhlas. Alasan utamanya karena kami harus sholat dhuhur dulu. 

Rute ke Masjid Al-Ikhlas PIK

Perjalanan dari Rawamangun ke PIK sekitar 1 jam dengan kondisi lalu lintas yang lancar. Untuk rutenya, kami pasrah ke driver taksi online yang rupanya sudah paham arah ke masjid viral ini. 

Yang jelas, kami melewati 2 jembatan. Setelah melewati jembatan pertama yang merupakan jembatan utama penghubung daratan Pulau Jawa dan pulau reklamasi taksi lurus hingga bertemu dengan bundaran (boulevard besar). Di bundaran tersebut, kita belok kiri hingga melewati jembatan lagi.

Setelah itu kita harus jalan agak pelan sambil mencari penunjuk arah di belokan menuju ke masjid. Penunjuk arah ini tidak di atas tapi sejajar orang sehingga bisa tertutup jika ada kendaraan berhenti di depannya. Apalagi belokan ini berada di deretan ruko. Semoga lain waktu sudah dibuat lebih besar dan lebih jelas.

Sedangkan alamat Masjid Al-Ikhlas adalah Riverwalk Island, Simpang 4 Gate 5 Pantai Indah Kapuk. Sepertinya musafir tidak bisa menginap di sini karena pada akun Instagram @masjidalikhlaspik disebut jam operasionalnya 04.00-21.00 waktu setempat.

Bagian Luar Masjid Al-Ikhlas PIK

Dari belokan di antara ruko-ruko, kita langsung memasuki halaman parkir belakang masjid. Mungkin nantinya akan dibuat akses dari arah depan mengingat sudah ada semacam gapura yang cantik. Pintu utamanya berhiaskan ornamen keemasan. Sedangkan bangunan masjidnya secara keseluruhan merupakan perpaduan warna biru tua, coklat tua, putih dan keemasan.

Meski halaman belakang, kondisinya bersih dan tertata rapi. Di sini ada bedug besar. Kami tidak menemukan deskripsi tentang bedug ini. Di bedug ini bertulisakan "Masjid Al-Ikhlas PIK". Di belakang bedug terdapat Pop Box (locker) yang cara pemakaiannya tinggal mengikuti petunjuk di sebuah monitor.

Dari halaman belakang ini, kita bisa mengitari masjid dari sisi kanan. Yang pertama ketemu adalah Loker Sepatu dan Wudhu Pria, lalu pintu utama masjid dan Loker dan Wudhu Wanita. Umumnya wanita masuk ke tempat sholat melalui ruang wudhu. Sedangkan toliet terpisah dekat area belakang masjid. Dengan begitu, tempat wudhu tidak berbau pesing dan terjaga dari najis.

Loker Sepatu Masjid Al-Ikhlas PIK

Jadi, loker sepatu dan wudhu pria dan wanita mengapit pintu utama masjid. Sebelum masuk ke sini sebaik ke toilet dulu (jika perlu) karena antara tempat wudhu dan toilet tidak ada penghubung.

Sebelum wudhu, kita masuk ke tempat penitipan sepatu (loker) dulu. Masya Allah tempatnya bagus, elegan dan rapi. Ada kursi berlapis beludru biru tua di tengahnya untuk memudahkan melepas dan mengenakan kaos kaki atau sepatu. Tempat sepatunya mengingatkan kami pada tempat penitipan sepatu di musholla O'clock Tower Makkah yang ada di lantai P9 dan P10.

Karena sudah dibuatkan tempat sepatu serapi dan sebagus ini, maka kita harus ikut merawatnya dengan cara meletakkan sepatu yang rapi juga. Sebelum masuk, sebaiknya gosokkan sepatu di keset luar agar kotorannya tidak banyak terbawa.

Tempat Wudhu Masjid Al-Ikhlas PIK

Tempat wudhu di masjid ini keren sekali, Masya Allah. Seluruh logam yang ada di tempat ini bernuansan emas. Ujung pancuran di kerannya tidak langsung mengucur, melainkan ada semacam alurnya agar jatuhnya air smooth, tidak ciprat kemana-mana. Lansia bisa wudhu sambil duduk.

Di atas keran terdapat tulisan Paragon, grup usaha yang terkenal dengan brand Wardah, Emina, Make Over, Kahf dan sebagainya. Tapi kami tidak tahu apakah sumbangan Paragon berupa pembangunan tempat wudhu atau seluruh masjid ini.

Untuk menjaga kebersihan tempat ini, hendaknya kita tidak membuat air wudhu berceceran dimana-mana. Islam mengajarkan tata cara hidup yang bersih dan teratur sehingga umatnya tidak boleh kemproh atau sembrono.

Tempat Sholat Masjid Al-Ikhlas PIK

Tempat sholat masjid ini beralaskan karpet tebal dan empuk full, serta berwarna biru tua dipadu dengan hiasan keemasan. Di dinding masjid terdapat colokan yang sempat digunakan si denok untuk membuka laptop dan membalas email dari kantornya.

Bagian dalam kubah masjid ini sangat indah dengan berbagai ornamen keemasan. Lampunya unik berupa lingkaran-lingkaran besar. Sementara pambatas sholat pria dan wanita serta mihrabnya berwarna senada yaitu cokelat tua dan keemasan.

Di bagian wanita disediakan banyak mukena putih dengan motif bunga-bunga yang bersih dan wangi. Mukena-mukena tersebut digantung dengan rapi maka sudah seharusnya dikembalikan dengan rapi pula seperti semula setelah menggunakannya.

Alhamdulillah kami sempat ikut sholat berjamaah karena adzan asar berkumandang tepat setelah kami selesai sholat dhuhur. Meski kami bisa sholat jamak tapi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid seperti ini tentu sangat berharga.

Toilet Masjid Al-Ikhlas PIK

Toilet masjid ini cukup challenging karena sistem flushnya modern. Si mamah yang sudah bepergian kemana-mana hingga manca negara sekali pun sempat kesemprot air. Meski begitu flush setelah buang air itu wajib dilakukan untuk ikut menjaga kebersihan masjid ini dan masjid di mana pun seperti yang diajarkan dalam agama Islam. Sedih banget kalau masuk toilet masjid yang jorok. Jika tidak tahu cara flushnya bisa mencoba-coba atau bertanya.

Setelah sholat, kami memesan taksi online untuk membawa kami ke Land's End. Dari sana, kami kembali ke Menteng Park Apartment Cikini. Ternyata perjalanan pulang ini sangat menantang karena macet dimana-mana.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi umat Islam yang sedang bepergian untuk tidak sholat. Islam memberi banyak kemudahan seperti sholat jamak dan qashar sehingga umatnya tetap dapat menjalankan banyak aktivitas. Apalagi tersedia masjid yang indah, mewah dan modern seperti Masjid Al-Ikhlas PIK ini. Foto-foto menawan masjid ini dapat dilihat di akun Instagram @jalansitu.

Post a Comment