AnCasa Hotel Kuala Lumpur: Tempat Transit Umrah yang Nyaman

Table of Contents

Tampak depan AnCasa Hotel Kuala Lumpur yang menjadi tempat transit sebelum melanjutkan perjalanan umrah ke Madinah.
Tampak depan AnCasa Hotel Kuala Lumpur, tempat kami menginap semalam sebelum melanjutkan penerbangan Malaysia Airlines menuju Madinah.

Sebagian besar jemaah umroh dari Pekanbaru dan sekitarnya memang harus transit karena hanya ada satu pesawat yang langsung ke Jeddah, itu pun seminggu sekali. Biasanya mereka transit di Medan, Batam, Jakarta atau Kuala Lumpur. Kami sudah pernah transit di Jakarta dan Kuala Lumpur.

Pada umrah 2023, paket yang papah dan mamah pilih di Riau Wisata Hati (RWH) mengharuskan untuk transit satu malam di Kuala Lumpur. Transit di Kuala Lumpur merupakan pilihan yang wajar bagi travel umroh karena hanya perlu waktu terbang kurang dari satu jam. 

Di AnCasa, mereka juga bertemu dengan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia, terutama pesawat yang terbang dari Yogyakarta International Airport dan Bandara Juanda Surabaya.

Berangkat dari Pekanbaru Menuju Kuala Lumpur

Sebenarnya papah dan mamh tidak berangkat dari Pekanbaru, melainkan dari sebuah kota kecil yang berjarak 2 jam dari Pekanbaru. Karena dalam itinerary umroh 2023 tersebut seluruh jemaah diminta kumpul pada jam 15.00 maka mereka sudah berangkat dari rumah setelah sholat dhuhur. Mereka diantar oleh rombongan teman papah. Terharu dengan ketulusan mereka. Apalagi kami tak ada saudara di Riau.

Rencananya, pesawat baru akan berangkat pukul 19.00 dan diperkirakan tiba di Kuala Lumpur jam 21.30. Mereka diminta kumpul jam 15.00 agar tidak buru-buru ketika serah terima koper, paspor dan lanyard. Tampaknya, pesawat tersebut khusus untuk mengangkut jemaah umrah dari 2-3 travel karena tidak ada penumpang umum.

Setelah maghrib, tiba-tiba hujan badai melanda Pekanbaru cukup lama. Mungkin ini yang disebut ujian orang akan umrah. Akibatnya pesawat dari Kuala Lumpur baru bisa mendarat jam 22.15. Mereka baru bisa naik pesawat jam 22.35 dan keluar dari Bandara KLIA jam 01.08. Mereka tiba di AnCasa jam 02.47 dini harus dan harus bangun pagi harinya karena akan city tour Kuala Lumpur dalam perjalanan ke Bandara KLIA lagi untuk menuju Madinah.

Lokasi Hotel AnCasa Kuala Lumpur

Alamat AnCasa Hotel Kuala Lumpur di Jalan Tun Tan Cheng Lock 50050, Kuala Lumpur, Malaysia. Di website resminya, www.ancasahotels.com.my, tidak disebutkan status bintang AnCasa. Namun OTA (Online Travel Agent) menyebutkan bahwa AnCasa Kuala Lumpur merupakan hotel bintang 4. 

Sepertinya, AnCasa memiliki kerja sama khusus dengan Malaysia Airlines karena jemaah Indonesia dari travel lain di Indonesia yang menginap di sana akan terbang bersama maskapai tersebut.

Karena datang dini hari dan harus berangkat lagi di pagi hari, mereka tidak sempat melihat-lihat sekeliling hotel. Namun ketika dalam perjalanan dari bandara mendekati hotel, mereka dapat melihat bayangan hitam Merdeka 118 (678,9 meter), gedung tertinggi kedua di dunia yang telah mengalahkan Twin Towers.

Paginya, ketika meninggalkan hotel untuk city tour dan ke bandara, baru mereka melihat bahwa AnCasa sangat dekat dengan Petaling Street yang merupakan ikon Chinatown di Kuala Lumpur. Wisatawan cukup jalan kaki jika menginap di hotel ini.

Proses Check-in

Meski merekaa tiba sangat larut, semua proses dari naik pesawat, turun pesawat hingga masuk kamar berlangsung cepat. Begitu keluar dari area steril bandara, kami langsung disambut tim dan diarahkan ke bus untuk segera berangkat ke hotel. 

Setiba di hotel, petugas (baik dari travel maupun hotel itu sendiri) sangat sigap dan paham bahwa jemaah hanya ingin segera tidur. Mereka langsung membagikan kunci berdasarkan daftar nama yang telah mereka persiapkan. 

Rombongan RWH cukup besar, lebih dari 80 orang yang datang bersama rombongan lain. Petugas segera mengantar jemaah yang sudah memegang kunci ke kamar agar lobi tidak penuh. Sebagian jemaah perlu diantar karena tidak paham cara naik lift. 

Papah dan mamah naik sendiri dan menempati kamar double. Mamah sempat mengintip dari jendela yang masih basah karena habis hujan. Wow, view-nya ke arah Menara Kuala Lumpur (421 meter), menara tertinggi no-7 di dunia. Menara itu tampak bersinar kelap-kelip. Keren! Mamah sudah sangat lelah dan mengantuk tapi menyempatkan untuk memotret menara itu beberapa kali sebelum tidur.

Review Fasilitas Kamar dan Hotel  AnCasa Kuala Lumpur

Sayang sekali mereka hanya beberapa jam saja di hotel ini, padahal fasilitasnya lengkap, bersih dan rapi.

Fasilitas Kamar yang Bersih dan Lengkap

Papah dan mamah mendapatkan kamar yang luas dengan kasur double bed (bukan twin beds). Mamah senang karena kamar ini berkarpet. Mamah memang kurang nyaman dengan kamar tanpa karpet. Kasurnya empuk dengan sprei yang putih bersih. 

Selain tempat tidur, ada AC, kursi, meja, lemari TV, peralatan membuat minuman hangat, kamar mandi dengan shower air panas-dingin dan sebagainya. Dalam waktu sempit itu, mereka tidak sempat menghidupkan TV tapi mereka sempat membuat kopi panas.

Amenities Paling Lengkap yang Pernah Ditemui

Meski bintang 4, bukan bintang 5, tapi amenities di AnCasa merupakan terlengkap yang pernah mereka temui. Amenities yang tersedia, antara lain sabun, dental kit, shower cap, sanitary bag, vanity kit, body lotion hingga sewing kit. Sewing kit tersebut selalu dibawa mamah jika bepergian sampai sekarang. Saking senangnya, mamah sampai membuat konten tersendiri tentang sewing kit ini.

Kehebohan Saat Sarapan

Ruang sarapan di hotel ini luas. Pagi itu ruangan tersebut ramai dengan jemaah umroh dari beberapa travel, jadi tidak semuanya kenal. Menu makannya kebanyakan khas Malaysia yang tak jauh beda dengan selera orang Indonesia. 

Selain itu ada hidangan khas hotel-hotel berbintang, seperti beans, scrambled egg, sosis dan sebagainya. Khusus kerupuk atau keripik tersedia hingga 4 macam. Meski di Chinatown, semua makanan dijamin halal.

Namun ada pengalaman yang membuat mamah nyaris kesal. Untung diingatkan papah tentang ujian orang umrah sehingga tidak jadi ngomel. Ceritanya, mamah sudah mengambil makanan lengkap dan meninggalkan piringnya di atas suatu meja. Papah masih mengambil makanan. Mamah meninggalkan kursinya untuk mengambil minum.

Ketika balik, kursi itu sudah diduduki seorang bapak. Bapak itu makan dengan santai sambil ngobrol dengan seorang ibu yang duduk di depannya (seharusnya itu kursi papah tapi mejanya masih kosong). Bapak itu tidak menggeser piring mamah sama sekali. Masa mamah harus minta pangku? Hehehee …. Akhirnya mamah mengambil piring itu lalu pindah ke kursi lain yang sebenarnya banyak yang kosong.

Ketika mamah mengambil piring, bapak dan itu cuek saja, tidak minta maaf, permisi atau menyapa. Seolah yang dilakukannya merupakan hal yang biasa saja. Papah meminta mamah untuk memakluminya karena jemaah datang dari berbagai latar belakang sehingga konsep tentang sopan santun mungkin berbeda.

Setelah makan, papah dan mamah mengambil koper dan menyerahkannya ke tour leader. Kemudian mereka menunggu di lobi untuk persiapan city tour yang diteruskan ke bandara KLIA. 

Penutup

Hotel ini memiliki banyak kelebihan untuk transit maupun wisata. Selain dapat melihat Merdeka 118 dan view Menara Kuala Lumpur (kalau beruntung seperti papah dan maman), masih ada Petaling Street, Central Market (Pasar Seni) dan River of Life. 

Jika kebetulan bareng dengan rombongan umrah, memang suasananya agak ramai. Tapi masih terkendali kok. Apalagi jemaah tidak berlama-lama memenuhi ruangan karena memiliki jadwal yang ketat. Sayang, papah dan mamah tidak sempat eksplor seluruh fasilitas yang sepertinya menyenangkan. Foto dan video AnCasa Hotel Kuala Lumpur yang lebih lengkap bisa dilihat di Instagram @jalansitu. Semoga bermanfaat.

Post a Comment