Pengalaman Naik Bus dari Madinah ke Jeddah Bersama Travel Umroh

Table of Contents
Penampakan bus rombongan umroh sedang istirahat
Penampakan bus rombongan umroh sedang istirahat. Foto milik www.jalansitu.com.

Pengalaman naik bus dari Madinah ke Jeddah ini merupakan yang pertama kalinya bagi kami. Di umroh sebelumnya, kami sudah pernah naik bus ke Jeddah tapi dari Mekkah yang jarak tempuhnya jauh lebih pendek. Kami tidak menyangka bahwa akhirnya kami merasakan umroh dengan naik bus jarak jauh.

Ada yang suka naik bus karena tidak perlu pindah kendaraan dan menunggu lama di stasiun kereta cepat. Ada yang tidak suka naik bus karena harus duduk 6 jam. Alhamdulillah, kami sudah merasakan keduanya. Sebelumnya, kami sudah bercerita tentang pengalaman naik kereta Haramain. Sekarang kami mau cerita pengalaman naik busnya.

Kenapa Harus Naik Bus ke Jeddah?

Ada beberapa macam rute yang ditawarkan oleh travel umroh. Jemaah harus teliti membaca itinerary-nya. Kebetulan yang bertugas memeriksa itinerary adalah si mamah karena si papah dan si denok sibuk bekerja. 

Hasilnya, mamah memilih rute Jeddah - Mekkah - Madinah - Jeddah. Dari Jeddah ke Mekkah sudah pasti naik bus dan dari Mekkah ke Madinah sudah jelas naik kereta cepat. Si mamah mengira dari Madinah langsung terbang ke tanah air karena di umroh sebelumnya, kami mendarat di Madinah dan pulang lewat Jeddah. Jadi wajar jika mamah berpikir kalau mendarat di Jeddah maka akan pulang lewat Madinah di umroh kali ini. 

Mamah baru menyadari ada yang terlewat ketika papah meminta mamah untuk konfirmasi ke travel karena biasanya jatah naik kereta cepat hanya satu kali. Benar saja, ternyata kami harus kembali ke Jeddah dari Madinah naik bus dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam. Mamah terlihat panik tapi sudah telanjur deal dengan travel.

Papah berusaha menenangkan mamah dengan mengatakan bahwa busnya pasti bagus karena kami mengambil paket dengan harga 41 juta rupiah per orang. Mamah terlihat tetap resah karena tubuh mamah kaku dan telapak kakinya bengkak kalau duduk terlalu lama.

Persiapan Sebelum Berangkat dari Madinah

Terus terang kami tidak tahu apa yang harus dipersiapkan. Pengalaman kami naik bus jarak jauh hanya di Jawa, itu pun sudah sudah lama sekali. Di Jawa, kami lebih memilih naik kereta api untuk bepergian jarak jauh.

Kami membawa kopor kecil yang berisi satu set baju dan peralatan pribadi lainnya yang diletakkan di bagasi bus. Kami tidak bawa banyak makanan karena makanan utama dan minuman sudah disediakan travel. Sedangkan di tas jinjing, kami membawa tisu basah, tisu kering, permen mint, dan obat-obatan. Tak lupa kami bawa jaket dan yang wanita mengenakan pembalut.

Kami hanya membawa sedikit snack dan beli kopi di Brew 92 depan hotel kami di Madinah, yaitu Hotel Maden Taiba. Selebihnya, si mamah mengkhawatirkan jika harus ke toilet sepanjang perjalanan. Mamah tidak suka menggunakan toilet umum di kendaraan berjalan atau pesawat, kecuali benar-benar terpaksa.

Kondisi Bus yang Kami Naiki

Selama umroh, kami belum pernah melihat bus jelek. Hehehee .... Bus di Arab bagus-bagus dan tentu saja semuanya ber-AC. Tapi khusus untuk bus baru, kami heran legroom dan lebar kursinya malah lebih sempit. Padahal tubuh jemaah dari Timur Tengah dan Afrika kan besar-besar.

Sebenarnya penampakan bus umroh dari luar itu besar-besar. Mungkin karena ruangannya dikurangi untuk toilet, ruang sopir dan seat tour leader yang lebih besar jadi di dalam lebih sempit. Jadi untuk 6 jam perjalanan, sepertinya lutut pasti akan komplain. 

Bus kami terisi 3/4 saja sesuai dengan jumlah jemaah. Bahan seat nyaman dan bersih. Ada port untuk mengisi ulang baterai ponsel. Kami sarankan di tempat umum jangan langsung mengisi baterai dari port, melainkan harus melewati powerbank untuk berjaga-jaga jika tidak kompatibel sehingga dapat merusak baterai ponsel.

Lokasi toilet ada di tengah badan bus, dekat dengan pintu. Mamah dan papah mengambil tempat duduk di depan pintu masuk karena kursi yang depan sudah terisi, lagipula supaya dekat dengan toilet. Tapi keputusan ini merupakan kesalahan fatal.

Pengalaman Selama Perjalanan Madinah ke Jeddah

Di itinerary umroh 9 hari yang pernah kami tulis, direncanakan perjalanan akan dimulai pada jam 14.00 lebih waktu Madinah. Alasannya supaya bertepatan dengan jam check-out hotel, jemaah makan siang dulu dan dapat mengatur sholat jamak. Tapi seperti biasa, orang Indonesia walaupun di Arab suka molor. Ini bukan salah travel-nya, tapi karena memang ada jemaah yang lama banget nggak turun-turun.

Pemandangan sepanjang perjalanan hanya gurun dan kendaraan lain. Sesekali ada gunung batu dan unta. Busnya jarang melewati kota karena mengambil rute luar kota. Meski begitu, di lokasi tertentu sering macet sehingga waktu tempuh sulit ditentukan ketepatannya.

Bus juga sempat berhenti di pom bensin sehingga penumpang bisa ke toilet pom bensin atau meluruskan kaki. Yang tidak turun, bisa menggunakan toilet bus. Ini jadi masalah karena sangat mengganggu mamah sehingga tidak bisa tidur nyenyak. Selain suara orang dorong pintu (kalau tidak didorong tidak bisa menutup sempurna), juga karena bau urin yang meski sepintas saja ketika pintu terbuka tetap menganggu. Belum lagi anak-anak kecil yang perlu bantuan untuk menutup pintu.

Perjalanan panjang akan membosankan jika mutowif kurang kreatif. Walaupun tidak mungkin full 6 jam cerita, tapi jika sesekali ada kisah nabi yang TKP-nya di sepanjang perjalanan akan sangat membantu. Kami pernah mendapat mutowif yang pandai bercerita di umroh sebelumnya tapi busnya jarak dekat (paling jauh dari Mekkah ke Thaif pp). Namanya Ustadz Saifuddin Abu Faiz dari Riau Wisata Hati.

Hal yang Menurut Kami Perlu Dipersiapkan

Secara lebih terperinci, berikut ini adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan saat akan menempuh perjalanan dari Madinah ke Jeddah menggunakan bus:

  • Makan yang cukup, jangan sampai perut kosong, tapi juga hindari kekenyangan.
  • Kenakan baju dan alas kaki yang paling nyaman (selama perjalanan hampir tidak selfie).
  • Jaket (meski di luar panas tapi di dalam bus dingin).
  • Obat-obatan (terutama obat masuk angin, pusing, batuk, inhaler dan obat khusus lainnya).
  • Minuman hangat (umumnya travel hanya menyediakan air mineral berlimpah).
  • Permen penyegar.
  • Snack terutama yang bisa menghilangkan rasa eneg (biasanya travel juga menyediakan snack tapi belum tentu disukai).
  • Tisu basah.
  • Tisu kering.
  • Tisu wajah.
  • Pembalut ganti.
  • Hand lotion.
  • Parfum.
Khusus untuk barang yang disebutkan di atas, jangan diletakkan di bagasi bus karena bagasi tidak dibuka hingga Jeddah.

Sampai di Jeddah: Badan Capek atau Masih Oke?

Terus terang badan capek banget. Tapi itu hanya kami, ya. Keluarga lain, bahkan anak-anak tetap ceria. Heheheee .... Kami sampai di hotel lebih malam dari jadwal karena telat berangkat dan sempat terkena macet. Akibatnya, makan malam juga telat. Oya, kami tidak langsung ke bandara karena travel menyediakan tempat transit di Hotel Rosemond Alhamra yang mewah.

Alhamdulillah makanan diantar ke kamar, jadi kami bisa langsung istirahat. Kami tidak mandi dulu meski habis perjalanan jauh karena langsung tidur untuk meluruskan kaki dan tubuh setelah makan. Kami hanya punya waktu tidur 3 jam, lalu harus bangun untuk mandi dan bersiap ke bandara. Setelah itu, kami akan kembali ke tanah air naik Saudia Airlines selama 9 jam.

Sebenarnya sayang banget menginap di hotel ini karena luas kamarnya 2x lipat lebih luas dari hotel-hotel ring 1 umroh. Hotel ini juga tidak jauh dari Alhamra Coniche, pesisir Laut Merah dengan Air Mancur Raja Fahd (King Fahad) yang terkenal itu. Mungkin memang kami harus kembali lagi ke sana. Aamin.

Penutup

Perjalanan jauh naik bus ketika umroh itu memang capek banget. Tapi apakah kami kapok? Tentu tidak! Kalau tidak bisa mengusahakan naik kereta cepat, naik bus pun akan kami jabanin jika ada kesempatan umroh lagi. Apalagi antrian haji reguler kami juga sudah mendekat. Insya Allah itu adalah cara Allah Swt melatih kami.

Semoga kami dan teman-teman yang sudah umroh dipanggil lagi. Semoga teman-teman yang belum umroh segera dipanggil. Semoga yang belum haji juga segera mendapat panggilan. Aamin ya robbal alamiin.

FAQ

Berapa lama perjalanan bus dari Madinah ke Jeddah?

Sekitar 4-6 jam, tergantung macet atau tidaknya lalu lintas, seringnya istirahat dan kecepatan bus.

Apakah perjalanan Madinah ke Jeddah melelahkan?

Bagi lansia dan orangtua bersama balita melelahkan tapi bagi yang muda biasa saja.

Bus umroh di Arab Saudi nyaman atau tidak?

Semua bus umroh nyaman.

Apa yang perlu dibawa saat perjalanan bus umroh?

Jaket, obat-obatan, snack anti eneg, minuman hangat dan peralatan kebersihan pribadi. Makanan, snack lainnya dan air mineral ditanggung travel.

Apakah ada rest area saat perjalanan Madinah ke Jeddah?

Ada, satu area dengan pom bensin. Jangan lupa beritahu tour leader jika mau turun agar tidak ditinggal/ketinggalan.

Post a Comment