Pengalaman ke Masjid Quba Tahun 2023 dan 2025: Mengejar Pahala Setara Umrah
![]() |
| Masjid Quba dari Madinah dari parkiran. Foto milik www.jalansitu.com. |
Ada banyak tempat yang ingin dikunjungi jamaah saat berada di Madinah, tetapi bagi kami Masjid Quba selalu memiliki rasa yang berbeda. Bukan hanya karena statusnya sebagai masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, tetapi juga karena keutamaannya yang begitu dikenal, yaitu shalat di Masjid Quba disebut memiliki pahala seperti umrah.
Saya pertama kali datang ke Masjid Quba pada tahun 2023. Lalu pada tahun 2025, saya kembali lagi ke sana. Meski tujuannya sama, pengalaman yang saya rasakan ternyata tidak benar-benar sama.
Keutamaan Masjid Quba
Masjid ini memiliki tempat istimewa dalam sejarah Islam karena memiliki beberapa keutamaan. Berikut ini adalah keutamaan Masjid Quba tersebut:
1. Masjid pertama umat Islam
Masjid Quba Madinah didirikan pada tahun 622 M oleh Rasulullah dan menjadi masjid pertama umat Islam.
2. Masjid yang Rutin Dikunjungi Rasulullah
Nabi Muhammad saw. rutin mengunjungi masjid ini tiap hari Sabtu dan shalat di dalamnya.
3. Ibadah Setara Umrah
Salah satu hadis yang paling sering dikaitkan dengan Masjid Quba, yang dikutip dari website Kemenag, berbunyi:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu mendatangi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah.” HR Ibnu Majah
Tidak heran jika banyak jamaah berusaha menyempatkan diri datang ke sana, meski jadwal di Madinah sering kali padat.
Pengalaman ke Masjid Quba Tahun 2023
Kunjungan ini dijadwalkan pada hari ke-4 selama di Madinah setelah sarapan. Biasanya masjid ini dijadwalkan berurutan dengan kebun kurma, Jabal Uhud dan percetakan Al-Quran oleh travel. Hanya saja urutannya yang mungkin berbeda.
Perjalanan Menuju Masjid Quba
Kami berangkat segera setelah sarapan agar tidak terlalu ramai ketika tiba di semua tujuan hari itu. Apalagi waktu itu kami datang di musim sejuk (peralihan ke musim dingin) yang menjadi waktu umrah favorit banyak orang. Karena itu, mutowif menyarankan agar kami berangkat sedini mungkin.
Perjalanan ke Masjid Quba diawal dengan doa dari Ustadz Udin, mutowif dari travel umroh kami. Sepanjang perjalanan, beliau menceritakan tentang sejarah Quba. Namun prolog tersebut berlangsung singkat saja karena sebenarnya letak masjid ini sangat dekat dengan kompleks perhotelan jemaah umroh di Madinah.
Suasana di Area Masjid
Ternyata benar, ketika kami sampai, suasana Masjid Quba masih relatif lengang. Bus kami parkir tepat di seberang masjid bagian depan sehingga jarak kami berjalan kaki sangat dekat.
Suasana pagi itu sejuk, sedangkan para jamaah dari berbagai negara tampak segar. Di halaman masjid terdapat banyak sekali burung merpati. Karena suasananya kondusif, kami bisa mengambil banyak foto, termasuk dengan burung-burung.
Momen Shalat di Dalam Masjid
Sesuai sunah, tujuan utama kami ke Quba adalah untuk salat. Karena itu, kami segera masuk ke masjid dengan berbaris rapi. Tidak ada antrean karena masih pagi tapi kami tetap harus masuk dengan tertib. Tak lupa kami memasukkan sepatu ke dalam kresek.
Bagian dalam masjid ini tidak seluas Nabawi, dengan tempat sholat laki-laki lebih luas dari tempat sholat wanita. Meski begitu, kami dapat sholat dengan sangat leluasa, bahkan durasinya tidak dibatasi.
Kami benar-benar dapat memanfaatkan waktu untuk sholat sunah dan berdoa. Tak terbayangkan rasanya sholat di tempat Rasulullah juga pernah sholat. Kami merasa sangat beruntung. Kami baru mengakhiri doa ketika tour leader meminta kami segera kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan.
Kembali Lagi Tahun 2025
Tahun 2025 saya kembali lagi ke Masjid Quba. Meski pernah datang sebelumnya, ternyata rasa antusiasmenya tetap sama. Namun ada perbandingan mencolok dari kedua kunjungan tersebut.
Apa yang Berbeda Dibanding Tahun 2023?
Yang paling terasa berbeda bagi saya justru suasananya. Tahun 2023 terasa lebih tenang dan lengang, sedangkan tahun 2025 terasa lebih hidup dan ramai. Dari situ saya sadar bahwa makin banyak umat Islam dari berbagai negara yang kini menjadikan umrah sebagai perjalanan spiritual penting, bukan sekadar wisata reliji.
Secara umum, berikut ini perbedaan antara kunjungan ke Masjid Quba tahun 2023 dengan 2025.
1. Jadwal Kunjungan
Itinerary kunjungan tahun 2025 merupakan kebalikan dari tahun 2023. Pada tahun 2025, kami ke Jabal Uhud dulu baru kemudian berkunjung ke Masjid Quba.
2. Kondisi Cuaca
Cuaca pada kunjungan tahun 2025 juga kebalikan dari kunjungan tahun 2023. Pada tahun 2025, kami menggunakan paket Syawal pada awal April. Cuacanya cukup panas meski belum mencapai puncaknya. Ditambah lagi, kami datang pada tengah hari ketika matahari di ubun-ubun.
3. Akses Menuju Lokasi
Kunjungan kami tahun 2023 dan 2025 hanya berselisih 1,5 tahun tapi kami melihat perubahan besar-besaran pada halaman masjid. Rupanya selama itu pengelola melakukan banyak renovasi untuk menata agar bagian luar masjid lebih aestetik.
Sekarang, parkir bus berada di bagian belakang masjid. Jarak parkiran lebih jauh dibandingkan dengan parkiran tahun 2023, namun tidak terlalu jauh juga. Masjid Quba tampak indah dengan warna putihnya yang anggun dari parkiran ini karena bisa terlihat utuh di kamera.
Hanya saja waktu itu cuaca sangat panas. Mendekati masjid, ada pedestrian dengan atap untuk melindungi Jemaah dari panas matahari.
4. Perubahan di Sekitar Area Masjid
Perubahan yang mencolok lainnya adalah jajaran pohon kurma yang ditanam rapi di halaman belakang dan samping. Kami bayangkan, di tahun-tahun berikutnya tempat ini akan rindang dan instagrammable.
Sementara di bagian depan luar masjid terdapat kotak-kotak sepatu sehingga jamaah tidak perlu membawa sepatu ke dalam masjid. Dengan demikian, suasana di dalam akan lebih rapi.
Meski lantai luar ini keramik, namun jamaah tidak perlu khawatir telapak kaki akan kepanasan. Tidak seperti masjid-masjid di Indonesia, masjid-masjid di Makkah dan Madinah menggunakan keramik khusus yang tidak panas meski terpapar matahari langsung.
5. Suasana Jamaah
Suasana jamaah pada tahun 2025 lebih ramai karena sudah siang. Namun demikian kami tidak sampai berdesakan, baik untuk masuk maupun shalat di Masjid Quba. Yang penting jangan sampai berdesak-desakkan ketika masuk karena jika tidak tertib akan dimarahi askar.
6. Kondisi Fisik
Kondisi fisik kami lumayan terkuras pada kunjungan tahun 2025. Penyebabnya merupakan kombinasi antara kami umroh dulu di Makkah, tour dulu ke Jabal Uhud, dan kami datang ketika cuaca sangat panas.
Pengalaman yang Lebih Tenang atau Justru Lebih Padat?
Terus terang, pengalaman tahun 2023 lebih tenang dibandingkan tahun 2025. Namun makin hari makin banyak umat Islam yang mengutamakan umroh daripada liburan ke tempat lain sehingga makin tahun akan makin ramai. Yang penting, jamaah atau travel bisa beradaptasi dengan keramaiannya.
Hal yang Saya Pelajari dari Dua Kunjungan Ini
Ketika sampai di Quba, yang kami pikirkan bukan hanya soal mengejar pahala setara umrah. Ada rasa gembira, tenang, syukur, dan rasa “dipanggil kembali” yang sulit dijelaskan.
Jujur, kami juga merasa bahwa kunjungan ke tempat yang sangat penting ini belum maksimal. Quba merupakan tempat berhenti Rasulullah dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Tapi rata-rata jamaah yang menggunakan travel hanya mengerjakan sholat sunah, lalu pergi. Padahal banyak tempat dan kisah sejarah yang bisa disimak, mumpung berada di TKP.
Tips Singkat untuk Jamaah yang Ingin ke Masjid Quba
Untuk teman-teman yang baru akan umroh dan mendapat jadwal ke Quba, ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat.
Waktu yang Nyaman untuk Berkunjung
Jika bersama rombongan naik bus, kami sarankan untuk datang pagi hari karena suasananya masih segar, tidak panas dan belum terlalu ramai untuk sholat sunah 2 rakaat.
Untuk umroh mandiri, ada pilihan untuk lewat pedestrian yang menjadi jalan tembus dari Masjid Al-Ghamamah di salah satu ujung Masjid Nabawi (Pintu 310) ke Quba. Di kanan dan kiri pedestrian ada toko-toko berbagai kebutuhan dan oleh-oleh. Jamaah bisa jalan kaki, naik sepeda sewaan atau naik buggy cart (mobil golf).
Datang dalam Kondisi Sudah Berwudhu
Sesuai dengan hadis di atas, maka dianjurkan untuk wudhu lebih dulu di hotel. Lagipula jarak Masjid Nabawi tidak terlalu jauh sehingga tidak terlalu sulit untuk menjaga wudhu. Tapi jika kunjungan tersebut dilakukan setelah city tour, di sini juga disediakan tempat wudhu yang bagus.
Luruskan Niat
Keberadaan pedestrian ke masjid ini ada plus minusnya. Pedestrian tersebut dimaksudkan untuk mempermudah akses jamaah, terutama yang tanpa rombongan dan memperluas gerak jamaah.
Karena itu, jangan sampai menggunakan pedestrian ini dijadikan tujuan utama sedangkan Quba hanya sebagai tempat mampir. Usahakan untuk menuju Quba dulu, baru kemudian mampir ke tempat-tempat menarik sepanjang pedestrian tersebut.
Penutup
Dua kali datang ke Masjid Quba memberi saya pengalaman yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama membekas. Mungkin memang itu istimewanya perjalanan spiritual. Tempatnya bisa sama, tetapi hati kita belum tentu sama.
Dan siapa tahu, suatu hari nanti Allah kembali mengizinkan kami datang ke sana.

Post a Comment