Pengalaman City Tour ke Jabal Magnet Madinah, Benarkah Mobil Bisa Jalan Sendiri?

Table of Contents
Suasana sore di Jabal Magnet Madinah
Suasana sore di Jabal Magnet Madinah. Foto milik www.jalansitu.com.

Salah satu city tour paling unik saat umroh 2023 adalah perjalanan ke Jabal Magnet di Madinah. Tempat ini terkenal karena fenomena mobil yang disebut-sebut bisa berjalan sendiri meski mesin dimatikan. Awalnya kami mengira ini hanya cerita wisata biasa, sampai akhirnya melihat langsung suasananya di tengah lembah berbatu Madinah.

City tour ke Jabal Magnet di Madinah kami lakukan pada umroh 2023. Jadwal city tour ini adalah bagian itinerary umroh 11 hari landing Madinah. Meski ada dalam itinerary, namun tour leader mengatakan akan menyesuaikan dengan kondisi. 

Malam sebelumnya kami baru landing, lalu paginya kami langsung ke Raudhah menggunakan Nusuk. Setelah dari Raudhah, kami istirahat cukup lama untuk memulihkan energi dan ibadah di Masjid Nabawi. Karena waktu istirahat dirasa cukup, rencananya kami jadi ke Jabal Magnet dan harus sudah kembali waktu maghrib. Setelah sholat isya, kami akan masuk Raudhah kembali menggunakan tasreh.

Apa itu Jabal Magnet?

Ada 3 jenis city tour yang diselipkan di antara jadwal ibadah umroh dan haji untuk menambah wawasan, yaitu wisata religi, wisata alam dan wisata buatan. Jabal Magnet merupakan destinasi wisata alam berupa lembah di antara deretan bukit vulkanik yang megah seperti pegunungan batu. Letaknya sekitar 30 km dari Madinah. 

Dikutip dari www.umrah.guide, awalnya Jabal Magnet merupakan lembah dengan nama Wadi Al-Baida (Lembah Putih). Setelah menjadi destinasi wisata, namanya berubah menjadi Wadi Al-Jinn (Lembah Jin). Nama tersebut digunakan karena wisatawan melihat mobil-mobil mereka bergerak sendiri meski mesin tidak dihidupkan. Sekarang, tempat itu lebih dikenal dengan nama Jabal Magnet.

Menurut website tersebut, belum ditemukan hubungan yang terverifikasi antara Jabal Magnet dengan Nabi Muhammad saw. Nabi datang ke Yathrib lalu mengubah nama kota ini menjadi Al-Madinah Al-Munawwarah (Kota yang Bercahaya). Bukit-bukit di sekitar Wadi Al-Baida bak tembok batuan basal hitam yang membentengi Madinah yang bercahaya.

Perjalanan Menuju Jabal Magnet

Perjalanan menuju Jabal Magnet dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat dari penginapan kami di Hotel Shaza Regency Plaza. Hotel ini berada di deretan terluar hotel-hotel di Madinah sehingga bus bisa langsung masuk ke jalan raya. Waktu tempuhnya sekitar satu jam karena bus kami berjalan sangat santai.

Pemandangan sepanjang perjalanan kebun kurma yang sedang tidak berbuah, kemudian disambung dengan tanah lapang yang tandus. Karena itu, penting sekali didampingi oleh mutowif yang punya banyak cerita dan pengalaman seperti Ustadz Saifuddin Abu Faiz dari Riau Wisata Hati (RWH).

Ketika melewati kebun kurma tersebut, Ustadz Udin mengatakan bahwa dulu para ahli kitab sudah mengetahui akan datang seorang nabi akhir zaman dari Makkah ke tempat yang banyak kebun kurmanya, yaitu Yathrib atau Madinah.

Ketika melewati tanah lapang tandus dengan latar belakang bukit batu 5 km sebelum spot wisatanya, Ustadz Fais mengatakan bahwa dahulu di situlah pintu masuk ke Jabal Magnet. Dahulu tempat itu merupakan lembah yang curam dan berbahaya sehingga banyak kendaraan wisatawan yang kecelakaan. Akhirnya pintu masuk itu ditutup askar. Sedangkan lembahnya ditimbun, lalu dibangun jalan aspal yang mulus menuju area wisata yang sekarang.

Momen Saat Mobil “Berjalan Sendiri”

Di beberapa ruas jalan yang aman, tampak beberapa mobil orang Arab berhenti. Penumpangnya turun semua demi keamanan karena mereka akan membuktikan kebenaran tentang fenomena mobil berjalan sendiri. Mereka bergerombol di tepi jalan dengan pandangan yang tak lepas dari mobil yang sedang berjalan sendiri.

Berhubung kami mengejar waktu maghrib, kami tidak melakukan percobaan sendiri terhadap fenomena magnet tersebut. Tapi bus kami melambat agar kami dapat menyaksikan percobaan yang dilakukan oleh orang-orang Arab tersebut.

Ustadz Udin mengatakan bahwa sebagian orang menggunakan botol air untuk membuktikan fenomena tersebut. Caranya dengan membaringkan botol, lalu melihat arah botol tersebut bergerak. Di daerah yang normal, botol akan menggelinding ke bawah. Tapi di Jabal Magnet, botol tersebut seolah bergerak ke atas.

Benarkah Ada Gaya Magnet?

Fenomena mobil berjalan sendiri atau botol air yang seolah bergerak mengikuti jalan yang menanjak disebut gravitasi terbalik. Karena itu, daerah ini juga dikenal dengan nama Gravity Hill atau Magnetic Hill. 

Para ahli mengatakan bahwa hal itu terjadi karena ilusi optik dari lanskap cakrawala yang miring sehingga lereng yang menurun tampak seperti menanjak. Mereka mengklaim bahwa gravitasi bumi bekerja dengan normal dan tidak ada gaya magnet yang berlebihan, melainkan otak manusia sudah tertipu oleh ilusi optik tersebut. 

Suasana di Sekitar Jabal Magnet

Meski fenomena gravitasi terbalik bisa dites di ruas jalan raya, namun lokasi wisatanya sendiri ada di ujung jalan tersebut. Sebelum memasuki kawasan wisata ada semacam boulevard kecil. Dari jalan masuk tersebut tampak tenda-tenda tempat wisatawan lokal berlibur di kejauhan.

Travel kami memilih waktu yang tepat untuk berkunjung ke Jabal Magnet, yaitu sore hari (musim sejuk bulan Desember). Tebing-tebing di sekeliling spot tersebut tampak megah ditimpa cahaya matahari yang condong sehingga warnanya menjadi oranye kemerahan. Efeknya di foto menjadi luar biasa keren.

Meski jauh dari keramaian, di spot ini terdapat berbagai penjual suvenir atau oleh-oleh. Si mamah sempat menemani teman satu rombongan membeli gamis tapi mamah sendiri tidak beli. Papah dan mamah hanya beli es krim yang dijual di mobil keliling seharga 5 SAR per cone/cup.

Sebenarnya di spot ini juga ada penyewaan unta tapi papah dan mamah tidak mau menaikinya karena takut jatuh atau salah urat. Kami tidak memperhatikan apakah ada toilet atau tidak karena di bus kami sudah ada toilet.

Tips Jika Ikut City Tour ke Jabal Magnet

Tidak ada tips rumit di tempat ini karena tidak terlalu padat dan areanya tidak terlalu luas. Kami hanya sebentar saja di sini. Meski kecil kemungkinan ada jemaah umroh lansia hilang, sebaiknya tetap hati-hati dan patuhi tour leader. Yang penting bawa uang tunai secukupnya untuk jajan atau beli oleh-oleh karena yang berjualan adalah pedagang kakilima.

Masalah baru muncul jika ada travel yang menjadwalkan kunjungan siang hari. Spot ini merupakan tanah lapang yang luas tanpa pelindung sehingga wajib membawa payung dan topi di siang hari. Jangan lupa untuk memotret yang banyak dengan latar belakang tebing-tebing batu atau unta.

Hindari foto bersama unta dalam jarak dekat, kecuali ada pawangnya. Etikanya, kalau ingin foto bareng unta sebaiknya menyewa saja.

Penutup

Menjelang maghrib, langit Madinah mulai berubah jingga sementara tebing-tebing batu di sekitar Jabal Magnet terlihat semakin dramatis. Meski bukan bagian utama ibadah umroh, perjalanan singkat ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan karena memperlihatkan sisi lain Madinah yang jarang kami bayangkan sebelumnya.

FAQ

Apakah mobil benar-benar berjalan sendiri di Jabal Magnet?

Fenomena tersebut dipercaya terjadi karena ilusi optik pada kontur jalan sehingga kendaraan tampak bergerak menanjak.

Berapa jarak Jabal Magnet dari Madinah?

Sekitar 30 km dari pusat Kota Madinah.

Apakah Jabal Magnet termasuk city tour umroh?

Banyak travel umroh memasukkan Jabal Magnet sebagai city tour selama di Madinah.

Kapan waktu terbaik untuk datang ke Jabal Magnet?

Sore hari.

Bagaimana harga gamis, suvenir dan jajanan di Jabal Magnet?

Rata-rata hampir sama dengan yang tersedia di sekitar Masjid Nabawi.

Post a Comment