Naik Lift ke Lantai 99 di Up At Thamrin Nine, Autograph Tower, Jakarta
![]() |
| Lantai 99 di Up At Thamrin Nine. Foto milik www.jalansitu.com. |
Dua minggu lalu kami menjajal lift tertinggi di Indonesia, yaitu di Up At Thamrin Nine, Autograph Tower. Ini dalam rangka kondangan plus liburan 5 hari 4 malam di Jakarta. Lift ini sempat kontroversial pada awal pembukaan karena serombongan influencers terjebak di dalamnya akibat macet cukup lama. Alhamdulillah pengalaman kami cukup seru.
Pergi ke Up ini merupakan keinginan papah sejak mau ke Jakarta. Keinginan ini diucapkan lagi ketika bosan jalan-jalan di Grand Indonesia (GI). Sebelum kesana ada sedikit drama. Ketika itu si denok memesan taksi online untuk pergi ke Up. Karena jalanan macet, kami menunggu dengan berdiri sangat lama di lobi. Papah yang memang tidak bisa berdiri lama mulai pucat dan basah oleh keringat. Padahal di lobi mal mewah ini ini malah tidak ada kursi sama sekali.
Mamah mengajak papah untuk menempelkan badan di pagar besi atrium. Mamah yang khawatir meminta si denok membatalkan pesanan taksi. Ternyata sinyal Telkomsel sedang tiarap sehingga aplikasi taksi online tidak bisa diakses. Mendekati detik-detik mamah memanggil satpam karena sudah sangat khawatir dengan kondisi papah, tiba-tiba si denok melambaikan tangan tanda taksi sudah datang. Di taksi, papah segar kembali karena yang diperlukannya memang hanya duduk sebentar. Sepertinya GI akan kami hindari jika bersama papah di waktu mendatang.
Perjalanan dari Grand Indonesia ke Thamrin Nine
Karena taksi tidak jadi dibatalkan maka kami tetap menuju Thamrin Nine. Jalanan depan GI saling mengunci dari berbagai arah. Untungnya taksi kami berhasil diseberangkan oleh satpam GI tanpa menunggu lama.
Alhamdulillah sopir taksinya juga berpengalaman membawa penumpang di sekitar GI sehingga tahu jalan pintas ke Thamrin Nine. Kami menelusuri jalanan sempit di perkampungan-perkampungan yang mengitari gedung-gedung pencakar langit.
Awalnya mamah takut banget kalau taksinya menabrak motor atau tiba-tiba ada anak kecil menyeberang. Tapi cara mengemudi sopir yang cekatan membuat mamah tenang. Sopir juga tidak pernah mengumpat atau membunyikan klakson. Tahu-tahu kami sudah masuk ke halaman Thamrin Nine dari jalan kecil di sebelah gedung tersebut.
Membeli Tiket Up di Autograph Tower
Tiket dapat dibeli secara online di www.up-thamrinnine.com dan beberapa OTA (Online Ticket Agent). Karena kami langsung ke lokasi, berikut ini beberapa tempat pembelian tiket Up di Thamrin Nine:
- Mesin tiket mandiri di lobi Autograph Tower lantai 1 (dasar).
- Counter tiket di lobi Up di lantai 2 Autograph Tower.
- Counter tiket di lobi Agora Mall.
Kami membeli tiket di mesin mandiri karena itulah yang kami lewati ketika memasuki Thamrin Nine. Cara mengaksesnya sangat mudah, tinggal ikuti perintah di layar. Ada beberapa pilihan jadwal masuk yang masing-masing berdurasi 2 jam dan pilihan tempat pemberhentian.
Kami memilih berhenti di Sky Garden (lantai 99) karena lokasi ini yang viral dan ada lantai kaca untuk foto-foto. Harga tiket untuk 3 orang Rp481.719. Jika ingin melanjutnya ke lantai paling puncak untuk melihat pemandangan 360° maka pengunjung harus membayar lagi sebesar Rp66.000 per orang.
Memasuki Up At Thamrin Nine
Lobi Up ada di lantai 2 Autograph Tower. Lobi ini cukup besar sehingga tak mungkin terlewat. Di sini, pengunjung akan mendapatkan tiket gelang dan harus menitipkan barang-barang yang kurang penting. Tas pribadi boleh dibawa naik. Jika haus, di atas ada beberapa vending machine.
Di lobi ada beberapa standing advertisement yang disesuaikan dengan hari-hari penting yang diperingati. Contohnya, ketika kami ke sana, dekorasinya masih berhubungan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di salah satu sisinya, kita dapat melihat perbandingan tinggi Autograph Tower dengan gedung-gedung lain di dunia. Tinggi Autograph Tower adalah 385 meter sedangkan Empire State Building 381 meter, Tokyo Tower 333 meter, Menara Eiffel 300 meter dan Piramida Giza 138 meter. Tinggi banget, kan.
Perjalanan Lift Naik ke Lantai 99 Autograph Tower
Kami bisa menikmati perjalanan dari lantai 2 ke lantai 99 Autograph Tower. Mungkin karena sebelumnya kami pernah mencoba menara tinggi lainnya, yaitu Petronas Twin Towers di Kuala Lumpur, Malaysia, hingga puncak.
Kami tidak tahu berapa kapasitas maksimal lift. Waktu itu lift diisi 6 orang, termasuk petugas. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir tentang cara naik dan turun lift yang sangat tinggi ini karena ditemani petugas yang ramah.
Di lantai lift terdapat visualisasi gedung-gedung di bawah kita. Jangan takut memijak lantai karena itu hanya video visualisasi, bukan kaca tembus pandang beneran. Tapi teman-teman dapat melihat pengukur kecepatannya di dinding lift. Mamah tidak bisa melihat dengan baik karena tidak mengenakan kacamata.
Sesampainya di lantai 99, di lantai lift muncul tulisan "WELCOME 99TH FLOOR".
Serunya Immersive Room
Ketika sampai di lantai 99, kita akan dibawa masuk ke ruang immersive. Ruang digital ini menyajikan desain 3D Autograph Tower dan ilustrasi kemegahan Kota Jakarta, antara lain Monas dan Masjid Istiglal. Pengunjung dapat duduk di bantal-bantal lantai yang tersedia. Sebaiknya pengunjung mengikuti pergerakan gambar digital yang sedang tampil agar tidak pusing. Kami juga mengikutinya sampai miring-miring. Heheee. Seru tapi durasinya tidak lama, sekitar 5 menit.
Sky Garden yang Menakjubkan
Dari Immersive Room, kami dipersilakan masuk ke area Sky Garden. Area yang kami eksplor ada 2 bagian.
Pertama, ruang duduk yang dibatasi dinding kaca buat bersantai. Pengunjung dapat merekam sebagian Jakarta. Di sini ada vending machine dan outlet souvenir. Dari ruangan ini, pengunjung dapat naik tangga menuju ke anjungan kaca yang viral itu. Papah dan mamah mendapat kemudahan dengan naik lift yang terletak di dalam sebuah ruangan karena usia.
Kedua, spot foto viral berupa anjungan kaca, anjungan jembatan dan ayunan di pinggir gedung. Mamah cuma bisa bergaya di anjungan jembatan. Di anjungan kaca, mamah tidak berani menginjak lantai dan cuma memotret papah dan denok. Agar anjungan kaca awet, pengunjung harus mengganti sepatunya dengan pembungkus khusus.
Anjungan ini tidak terlalu luas sedangkan pengunjung ramai di sore hari sehingga pengunjung harus tahu diri untuk gantian memotret tanpa photobomb. Sebenarnya spot ayunan sepi tapi rupanya tidak banyak pengunjung yang berani mengayunkannya meski hanya sedikit keluar dari gedung 99 lantai tersebut.
Di lantai ini juga ada vending machine berisi minuman. Tapi kami tidak melihat kafe atau layanan kuliner lainnya. Mungkin juga karena kami tidak menanyakannya. Untuk turun ke lantai 99, papah dan mamah kembali menggunakan lift, sedangkan denok menggunakan tangga.
Perjalanan Lift Turun dari Lantai 99 Autograph Tower
Perjalanan turun menggunakan lift dari lantai 99 tak kalah seru. Kali ini Up tidak hanya menyuguhkan visualisasi, melainkan pengunjung beneran bisa melihat kerangka lift bagian atas melalui atap tembus pandang. Kerangka tersebut diberi lampu warna-warni agar menarik.
Jika teman-teman takut pusing maka tidak usah mendongak. Kami sih mendongak dan menikmati perjalanannya. Mamah yang tidak mengenakan kacamata sehingga tidak tahu kecepatan lift turun berhasil merekamnya. Kecepatan lift turun dari lantai 99 Up At Thamrin Nine adalah 559 meter/menit. Namun kecepatan tersebut fluktuatif, terutama ketika start dan finish. Videonya ada di Instragram @jalansitu.
Melewati Bagian Merchandise
Ketika pintu lift terbuka di lantai 2, para petugas menyambut kami dengan wajah ceria sambil mengucapkan terima kasih. Sejauh ini layanan petugas memuaskan. Setelah itu kami ke toilet dulu untuk menyegarkan diri.
Ketika keluar dari area Up untuk masuk ke area Agora mall, kami melewati bagian mechandise. Dibandingan dengan di atas, merchandise di bagian ini menyediakan lebih banyak pilihan. Namun kebanyakan T-shirt anak-anak. Kami tidak membeli apa-apa karena selain ukuran kami tidak ada, juga karena kami harus membatasi bagasi untuk naik kereta api dan pesawat.
Menurut kami, naik ke lantai 99 di Up At Thamrin Nine ini patut dicoba, setidaknya sekali seumur hidup. Karena itu, kami menyarankan agar destinasi ini dimasukkan ke itinerary liburan Jakarta.

Post a Comment