Pengalaman Menginap di Maden Hotels Taiba Madinah, Dekat Masjid Nabawi

Table of Contents
Bagian depan Maden Hotels Taiba Madinah yang berlokasi dekat Masjid Nabawi.
Bagian depan Maden Hotels Taiba Madinah, tempat kami menginap selama berada di Madinah.

Kami menginap di Maden Hotels Taiba pada umroh 2025. Hotel ini merupakan bagian dari paket umroh yang kami pilih dari penyedia jasa travel. Nama Maden sangat terkenal di Madinah. Namun ketika menelusuri namanya di internet, kami baru tahu bahwa ternyata hotel yang menggunakan nama Maden tidak hanya satu.

Pencarian di internet itu cukup sulit karena belum banyak jemaah yang mengunggah review-nya. Namun kami berprasangka baik bahwa kemungkinan besar Maden Taiba / Maden Taibah / Madin Taiba merupakan hotel baru dari grup Maden Hotels. 

Saya mengira perjalanan kali ini akan berjalan seperti biasa. Namun, ternyata Allah menyiapkan kejutan yang tidak saya duga. Tanpa janjian sebelumnya, saya bertemu dengan sahabat dari Yogyakarta yang juga menginap di hotel yang sama. 

Lokasi Maden Hotels Taiba Madinah

Dibandingkan dengan Hotel Shaza Regency Plaza pada umroh 2023 lalu, Maden Taiba ini lebih dekat dengan Masjid Nabawi sehingga kami selalu sholat di Nabawi, kecuali sedang tidak enak badan.

Alamat dan Jarak dengan Masjid Nabawi

Alamat Maden Hotels Taiba di Bada'ah, Madinah 42311, Arab Saudi.

Saat kami umroh, posisi hotel ini bahkan belum muncul di Google Map sehingga kami hanya mengira-ira saja, yaitu hanya perlu melewati Hotel Intercotinental saja untuk sampai di Masjid Nabawi. 

Jarak hotel ini dengan Masjid Nabawi sekitar 150 meter sehingga sangat dekat dan mudah diakses kursi roda atau stroller bayi. Jemaah bisa sering ke masjid dan dapat kembali ke hotel dengan cepat jika ingin ke toilet tapi tidak mau menggunakan toilet umum.

Satu Garis Diagonal dengan Raudhah

Gate terdekat dengan hotel kami adalah gate 330 atau 329. Kami lebih sering lewat gate 329 karena lebih dekat. Tapi untuk sholat di dalam masjid, kami yang perempuan baru berhasil lewat pintu 11-14 karena selalu penuh. Selebihnya, kami sholat di halaman luar antara pintu 11-17 (sisi barat Masjid Nabawi). 

Sisi barat tersebut jika ditarik garis diagonal akan bertemu dengan Raudhah. Jadi untuk ke Raudhah harus memutari masjid. Tapi jangan khawatir, meski mendapat jadwal larut malam, halaman masjid selalu ramai dan aman.

Sebelahan dengan Ahmed Al Maghribi dan Dekat Toko Lain

Di sebelah hotel persis (utara) terdapat toko parfum paling terkenal di Madinah, yaitu Ahmed Al Maghribi. Di toko ini mamah membeli Rose Noir untuk dirinya sendiri dan adik, sedangkan papah membeli Kaaf. 

Tak jauh di sisi selatan hotel terdapat Brew92 yang terkenal itu. Kami membeli kopi susu dingin meski di hotel sudah tersedia. Jika pulang dari masjid lewat gate 330, jemaah dapat memenuhi kebutuhannya dengan belanja di Bin Dawood.

Tak jauh dari Maden Taiba ada brand ayam Karak dan Albaik yang legendaris. Rasanya sama-sama enak. Kami beli Karak karena Albaik sudah disediakan travel. Porsi Karak besar bisa buat berempat. Tapi antriannya panjang. Untungnya kami langsung kesini setelah sholat dhuhur, baru kemudian kembali ke hotel sehingga tidak perlu menunggu lama.

Dekat ATM

Jika kehabisan uang Riyal, dapat mengambil di ATM yang bisa konversi dari rupiah langsung, yaitu di lobi Hotel Maden Al Rawda yang masih satu grup dengan Hotel Maden Taiba.

Proses Check-in

Kami tiba di Madinah pada malam hari setelah naik Kereta Cepat Haramain Express dari Makkah. Kami mengantar sebagian rombongan ke hotel di kawasan dekat Masjid Ghamamah dulu, baru kemudian  menuju ke Hotel Maden Taiba.

Tiba di Lobi Hotel

Meski bagian depat tidak terlalu besar tapi pintu masuknya tampak kinclong. Ketika masuk, lobi terlihat nyaman tapi tidak luas. Proses check-in dan urusan koper sangat cepat karena semua sudah diurus oleh travel sehingga kami hanya mengambil kunci dan langsung menuju kamar.

Kejutan di Kamar

Begitu masuk ke kamar, kami disambut dengan bingkisan buah-buahan, air zam-zam galon dan kartu ucapan selamat datang dari travel Jejak Imani. Menyenangkan disambut seperti itu.

Dua hari kemudian, travel mengetuk kamar kami untuk memberi kunafa sehingga kami tidak perlu mencari sendiri. Ternyata tekstur bagian atas kunafa itu seperti serabut, sedangkan rasanya manis.

Kejutan dari Sahabat

Allah juga memberi kejutan yang tak terbayangkan, yaitu satu hotel dengan sahabat dari Jogja. Kami hidup merantau dan setiap pulang tidak sempat bertemu para sahabat karena memprioritaskan orang tua. Ternyata Allah menakdirkan kami untuk bertemu di tempat terbaik, yaitu di Madinah.

Setiap umroh, kami memang tidak pernah langsung mengunggah pengalaman kami di media sosial, melainkan menunggu sampai kembali ke tanah air. Sementara sahabat saya itu juga hanya mengunggah beberapa foto tapi saya mengenali tempat foto tersebut. Ketika saya DM (Direct Message), dia membenarkan sedang umroh. Lalu kami sama-sama kaget karena ternyata satu hotel. 

Kami mengobrol lama ketika sarapan. Momen sederhana itu membuat kami tak henti mengagumi kebesaran Allah.

Kondisi Kamar

Selama menggunakan jasa 2 travel umroh yang berbeda, kami merasa bahwa travel selalu mengutamakan kamar hotel di Makkah. Dalam arti, kamar hotel di Makkah selalu lebih besar dan mewah dibandingkan kamar hotel di Madinah. Ini mungkin karena kegiatan di Makkah lebih berat sehingga travel ingin memastikan jemaah istirahat dengan baik.

Ukuran kamar

Kami menempati kamar triple (3 bed) yang diisi oleh papah, mamah dan si sulung. Kamarnya tidak terlalu luas meski masih bisa sholat. Selain itu masih ada meja kecil, meja rias, kursi, laci, rak sandal, dan lemari. 

Tempat tidur

Karena triple maka jumlah bed ada 3 dan tiap bed-nya cukup luas untuk orang berbadan besar. Kasurnya empuk, putih bersih dan rapi. Setiap hari kamar kami dibersihkan dan dirapikan sehingga kami dapat beristirahat dengan nyaman sepulang kegiatan.

Kamar mandi

Kemungkinan hotel ini memang baru saja direnovasi karena kamar mandinya masih kinclong. Shower dan keramiknya masih bersinar. Bahkan handuknya putih bersih. Keran air pengatur panas dan dingin berfungsi dengan bagus. Amenities lengkap, jadi yang berangkat dari Makkah tak perlu bawa apa-apa. 

Sedangkan yang mendarat di Madinah lebih dulu hanya perlu bawa peralatan mandi non parfum karena harus sudah mengenakan ihram dari hotel ketika akan berangkat ke Makkah.

Fasilitas di kamar

Fasilitas kamarnya juga lengkap, ada TV, AC, lemari, brankas, hair dryer, ketel listrik, the, kopi dan kulkas.

Pemandangan dari Kamar

Dari kamar kami tampak kesibukan di hotel seberang. Uniknya, kami sempat memandangi rombongan yang akan naik bus di depan hotel itu karena mengenakan seragam travel yang kami gunakan tahun 2023 lalu.

Fasilitas Hotel

Secara umum, fasilitas hotelnya setara hotel bintang 4-5.

Restoran

Restoran di hotel ini ada 2 lantai tapi yang dibuka hanya satu lantai. Mungkin lantai satu-nya dibuka jika over capacity saja atau keperluan lain. Restoran ini fokus melayani makan jemaah umroh 3x sehari. Meski hanya satu lantai, tempat duduknya banyak sehingga kami tidak pernah kebingungan mencari tempat dan tidak perlu bergabung dengan keluarga lain.

Menu makanannya sangat beragam, dari makanan Arab, Eropa, hingga Asia. Terdapat pula bemacam-macam keju, salad dan kue yang cantik-cantik. Minumannya juga ada beberapa macam dan tak ketinggalan kesukaan kami, yaitu susu panas. 

Juaranya di sini (menurut kami) bakso ala Indonesia dan dessert Almarai. Bakso di Arab itu mahal banget tapi di Maden Taiba bisa ambil sepuasnya. Karena banyak orang Indonesia menginap di sini, baksonya cepat ludes padahal sepanci besar.  Dessert Almarai ini juga cepat habis meski disediakan dalam jumlah banyak sampai bertumpuk-tumpuk di meja khusus karena enak banget. Dessert Almarai juga merupakan salah satu oleh-oleh umroh faavorit jemaah.

Lift

Ada beberapa lift yang bisa digunakan tamu tanpa antri lama. Khusus untuk sekitar jam 12.00 waktu Madinah, tamu harus sabar antri karena hampir semua tamu akan bersamaan turun. Tidak hanya untuk sholat dhuhur di Nabawi, sebagian tamu juga sekalian makan siang sebelum check out.

Wi-Fi

Wi-Fi di hotel ini dapat diandalkan tapi kami menggunakan provider Indonesia yang diupgrade dengan paket umroh karena malas gonta-ganti.

Laundry

Kami punya jatah laundry beberapa kg (maaf kami lupa jumlah tepatnya) dari travel. Laundry tersebut diambil dan diantar oleh travel. Hotel juga menyediakan fasilitas laundry berbayar tapi kami tidak menggunakannya.

Resepsionis 24 jam

Perlu diketahui bahwa hampir semua layanan jasa di Makkah dan Madinah buka 24 jam dengan jeda waktu sholat. Jadi, resepsionis wajib melayani tamu 24 jam karena ada saja jemaah yang berangkat atau pulang dari raudhah atau sholat tahajud pada dini hari.

Akses Kursi Roda 

Hotel ini bisa diakses kursi roda. Karena jaraknya dekat dengan Nabawi, keluarga dapat langsung mendorong sendiri ke masjid tanpa perlu menunggu travel atau membayar pendorong.

Penutup

Selama beberapa hari menginap di Maden Hotels Taiba, kami merasa lokasi hotel menjadi nilai lebih yang paling kami rasakan. Jaraknya yang dekat dengan Masjid Nabawi membuat kami lebih leluasa mengatur waktu ibadah dan beristirahat.

Jika teman-teman mencari hotel yang dekat Masjid Nabawi dengan kamar yang nyaman, makanan yang beragam, dan fasilitas yang lengkap, Maden Hotels Taiba layak dipertimbangkan. Semoga pengalaman kami ini dapat menjadi gambaran bagi teman-teman yang sedang mempersiapkan perjalanan umrah. Jika ingin melihat lebih banyak fotonya, ada di Instagram @jalansitu.

FAQ

Apakah Maden Hotels Taiba dekat Masjid Nabawi?

Ya. Jaraknya sekitar 150-200 meter saja.

Apakah kamar Maden Hotels Taiba bersih?

Ya. Seluruh bagian kamar tidur Maden Taiba bersih dan rapi.

Bagaimana fasilitas kamar di Maden Hotels Taiba?

Lengkap sehingga tamu hanya perlu membawa keperluan lainnya, selain keperluan minum dan mandi.

Apakah hotel ini cocok untuk jamaah lansia?

Cocok, karena dekat dengan Nabawi dan mudah diakses kursi roda.

Post a Comment