Al Kar Tourist Village Taif: Serunya Naik Toboggan, Kuliner, dan Bersantai
![]() |
| Suasana Al Kar Tourist Village Taif di kawasan Al Hada dengan bangunan bergaya Timur Tengah dan area wisata yang nyaman. |
Artikel tentang Al Kar Tourist Village ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang Telefric Taif. Sebagian jemaah umroh atau wisatawan tidak tahu bahwa mereka bisa turun di stasiun bawah Telefric dan menikmati berbagai wahana. Sebagian lagi tahu tapi khawatir kesulitan untuk kembali lagi ke stasiun atas.
Padahal, wisatawan dapat memaksimalkan city tour kereta gantung atau cable car Taif ini dengan turun di Al Kar. Syaratnya hanya punya waktu yang cukup luang. Wisatawan tidak perlu membayar lagi untuk masuk Al Kar, kecuali makan dan minum di foodcourt atau main di wahananya.
Kami sudah naik Telefric Taif dua kali. Yang pertama, kami tidak turun di Al Kar karena tidak tahu ada taman hiburan di sana, termasuk Toboggan yang katanya seru itu. Yang kedua, kami turun karena memang disuruh oleh tour leader. Ternyata beneran asyik.
Apa itu Al Kar Tourist Village Taif?
Al Kar adalah desa wisata yang diberdayakan agar pengalaman wisata pengunjung tidak hanya sebatas menuruni Al Hada menggunakan Telefric lalu naik lagi ke pos awal. Pembukaan Al Kar bersamaan dengan peresmian Telefric oleh Pangeran Abdullah.
Luasnya sekitar 200.000 m² (20 hektar) yang dulunya merupakan wadi (lembah) di kaki Pegunungan Al Hada sehingga sering disebut juga sebagai Lembah Al Kar. Area ini dikelilingi oleh tebing batu dan granit yang tinggi, tegap dan curam.
Akses Masuk dan Keluar Al Kar Tourist Village dari Telefric Taif
Akses ini selalu ditanyakan oleh wisatawan. Kami dulu juga cemas karena tidak tahu cara baliknya. Untungnya, tour leader dan mutowif benar-benar mengecek siapa saja yang belum kembali dari Al Kar.
Masuk Al Kar
Jika ingin masuk, wisatawan harus bersiap begitu melihat waterpark dari kejauhan. Waterpark ini bisa dijadikan ancar-ancara karena besar dan berwarna biru yang mencolok. Stasiun bawah tepat disampingnya.
Wisatawan perlu bersiap sebelum sampai stasiun karena kabin tidak berhenti melainkan cuma melambat dan hanya memutar untuk naik lagi ke stasiun atas. Jadi, anak-anak digendong saja dan lansia wajib digandeng. Tiket wajib disimpan, siapa tahu ditanyakan petugas ketika akan kembali ke atas nanti karena tidak perlu bayar lagi.
Keluar Al Kar
Untuk keluar, wisatawan cukup antri berbaris yang rapi di tempat yang telah disediakan. Jangan bergerombol! Sebagian wisatawan masih tidak mengerti arti berbaris yang rapi. Wisatawan tidak perlu ngomong apa-apa sehingga tidak perlu khawatir jika tidak tahu bahasa Arab.
Nanti jika ada kabin kosong, petugas akan melambaikan tangan untuk menyuruh pengantri masuk kabin. Satu kabin muat 6-8 pengunjung. Kami sendiri lebih suka 6 orang saja karena lebih nyaman untuk menikmati perjalanan.
Fasilitas Al Kar Tourist Village Taif
Fasilitasnya cukup lengkap untuk dinikmati pengunjung dari segala usia.
1. Kios-kios Makanan dan Minuman
Di sini ada beberapa kios makanan dan minuman, baik yang kecil maupun besar. Kios yang besar atau kedai menyediakan tempat duduk sendiri. Dari pengamatan kami, yang paling laris adalah kedai penjual bakso. Pasti tahu kan, jemaah dari mana yang menyerbu kedai tersebut?
2. Foodcourt
Foodcourt ini berupa beberapa meja dan kursi yang dikelilingi kios kecil. Kami membeli sate unta dan milkshake karena penasaran. Lagipula kami tidak lapar karena sudah sarapan di hotel dan ada agenda makan nasi mandhi setelah ini. Sate untanya enak dan empuk. Harganya 25 SAR yang berisi 2 tusuk sate potongan besar. Wajib dicoba kalau ke Al Kaf. Sedangkan harga milkshake 20 SAR.
3. Bangunan-bangunan Artistik
Bangunan-bangunan berwarna merah bata, cokelat dank rem khas Timur Tengah dan menyerupai benteng ini dapat menjadi latar foto yang menarik. Di sini semua orang suka difoto, baik laki-laki maupun perempuan, karena akan dijadikan kenang-kenangan yang sangat berharga. Belum tentu kami bisa balik lagi ke sini karena butuh waktu untuk menabung. Heheheee.
4. Spot Istirahat
Spot istirahat ini tersebar di beberapa tempat berupa meja kursi taman dan gazebo. Di sekitarnya di tata menyerupai taman, lengkap dengan aliran air yang gemericik. Aliran air ini menyerupai selokan yang sering diubek anak-anak karena jernih.
5. Toboggan
Kami sudah pernah menulis tentang serunya naik Toboggan dalam artikel tersendiri sebelumnya. Namun secara ringkas, kami informasikan kembali bahwa untuk naik Toboggan harus membayar lagi, yaitu 46 SAR per orang.
Hanya papah yang langsung mencari tiket untuk naik Toboggan karena sudah penasaran sejak lama. Mamah tidak mau karena takut tidak bisa mengendalikan kereta yang meluncur cepat itu. Jangan lupa merekamnya dalam bentuk video, bukan foto, agar keseruannya terasa. Jika sedang berhenti barulah mengambil foto.
6. Waterpark
Waterpark memang paling mencolok di Al Kar tapi kami tidak kesana karena tutup. Dari beberapa unggahan media sosial para mutowif, kami mendapat informasi bahwa wahananya hanya untuk orang dewasa (laki-laki dan perempuan dipisah). Sedangkan anak-anak hanya boleh di bagian atas. Tapi kami belum menemukan konten di dalam waterpark-nya.
Kami tidak tahu apakah pengunjung boleh membuat konten di dalam karena peraturan perekaman gambar di Mekkah dan Madinah memang ketat. Apalagi di kolam renang. Selain itu, kecil kemungkinan pengunjung dari travel umroh yang main di sini meskipun buka karena keterbatasan waktu.
7. Mushola
Musholla pria mudah ditemukan karena di bagian depan dekat kedai bakso dengan pintu besar. Tadinya kami bingung mencari mushola wanita-nya. Ternyata di bagian atas sehingga harus jalan memutar. Tapi wudhu-nya di bawah sehingga harus wudhu dulu baru naik ke atas untuk sholat. Musholanya adem dan tenang seperti mushola tempo dulu.
Sebenarnya kami ingin duduk agak lama di sini untuk menenangkan diri tapi tiba-tiba kami ditelepon karena dicari mutowif. Jadi, itinerary awalnya adalah sholat dhuhur dulu baru kembali ke atas. Ketika adzan, papah langsung menyuruh kami menuju mushola. HP kami silent semua.
Saat kami sholat, ada perubahan, yaitu karena mendung maka semua anggota rombongan diminta ke atas dan sholat di mushola atas. Untungnya ada mutowif yang “menyapu” agar tidak ada yang ketinggalan. Kami sekeluarga menjadi anggota terakhir yang meninggalkan Al Kar.
Ternyata, keputusan papah meminta kami segera sholat sudah benar karena mushola di atas penuh. Akhirnya justru kami yang menunggu lama di dalam bus sampai seluruh anggota selesai sholat.
Tips Berkunjung ke Al Kar Tourist Village Taif
Sebelum berangkat ke Taif, jemaah harus membaca benar-benar rencana city tour itu. Itinerary hanya panduan supaya tour leader dan jemaah punya arah. Tapi pelaksanaannya menyesuaikan dengan keadaan sehingga jemaah harus siap dengan perubahan rencana.
Contohnya, Ketika kami ke Taif tahun 2023, tour leader mengatakan tidak ada rencana naik Telefric. Tapi atas permintaan jemaah, akhirnya tour leader mengusahakannya. Apalagi langit awal Desember itu cerah. Sedangkan pada awal April 2025, meski kami bisa turun di Al Kaf, tapi setelah itu hujan sangat deras.
Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi para jemaah/wisatawan:
- Gunakan busana yang nyaman. Di awal Desember dan awal April tersebut udara pegunungan yang sejuk cenderung dingin sangat terasa sehingga perlu membawa jaket.
- Bawa payung karena cuaca Taif tidak seperti Mekkah. Hujan bisa tiba-tiba turun di Taif.
- Kenakan sepatu yang nyaman agar dapat puas jalan-jalan dan bermain. Sebaiknya hindari mengenakan sandal. Ini juga penting untuk naik dan turun Telefric.
- Jika mengenakan gamis, jangan lupa untuk selalu memerhatikan ujung bawah baju, terutama bagi wisatawan yang naik Toboggan.
- Bawa air minum yang biasanya dibagikan mutowif di bus.
- Pantau WAG secara berkala agar mengetahui setiap ada perubahan rencana.
- Selalu baca daftar menu untuk mengetahui harga makanan dan minuman sebelum memesan.
- Bawa alat sholat jika ada jadwal sholat dan tidak yakin kebersihan bajunya. Di sana, banyak jemaah wanita yang mengenakan gamis tertutup sehingga tidak perlu bawa mukena lagi.
Penutup
Menurut kami, Al Kar Tourist Village adalah salah satu destinasi yang sayang dilewatkan saat city tour Taif. Banyak jemaah umroh hanya naik Telefric Taif dari stasiun atas ke stasiun bawah, lalu langsung kembali lagi tanpa menyadari bahwa di bawah terdapat kawasan wisata yang cukup lengkap untuk dinikmati.
Jika waktu memungkinkan, cobalah turun di Al Kar dan luangkan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk berjalan-jalan, mencicipi kuliner, berfoto, bermain Toboggan, atau sekadar duduk menikmati udara pegunungan Al Hada yang sejuk.
Semoga pengalaman ini bisa membantu jemaah umroh atau wisatawan lain yang masih bingung apakah perlu turun di Al Kar atau tidak. Untuk video ketika naik Toboggan bisa dilihat di Instagram @jalansitu.
FAQ
Apa itu Al Kar Tourist Village Taif?
Al Kar Tourist Village adalah kawasan wisata di kaki Pegunungan Al Hada, Taif, Arab Saudi. Tempat ini berada di dekat stasiun bawah Telefric Taif dan menawarkan berbagai fasilitas seperti Toboggan, foodcourt, kios makanan, area istirahat, bangunan bergaya Timur Tengah, hingga mushola.
Apakah masuk Al Kar Tourist Village harus membayar tiket?
Tidak. Wisatawan yang turun dari Telefric Taif dapat masuk ke area Al Kar Tourist Village tanpa membayar tiket tambahan. Biaya hanya dikenakan jika ingin bermain wahana seperti Toboggan atau membeli makanan dan minuman di dalam kawasan.
Bagaimana cara masuk ke Al Kar Tourist Village dari Telefric Taif?
Wisatawan dapat turun di stasiun bawah Telefric Taif, yang berada di dekat area waterpark Al Kar. Dari stasiun tersebut, pengunjung tinggal berjalan menuju kawasan Al Kar Tourist Village.
Apakah bisa kembali ke stasiun atas Telefric setelah turun di Al Kar?
Bisa. Pengunjung cukup mengantre di area keberangkatan Telefric di stasiun bawah. Ketika ada kabin kosong, petugas akan mempersilakan penumpang naik tanpa perlu membeli tiket baru, selama masih menggunakan tiket perjalanan yang sama.
Berapa harga Toboggan di Al Kar Tourist Village?
Saat kami berkunjung pada tahun 2025, harga tiket Toboggan adalah 46 SAR per orang. Harga dapat berubah sewaktu-waktu.
Apakah tersedia tempat makan di Al Kar Tourist Village?
Ya. Di dalam kawasan Al Kar terdapat beberapa kios makanan dan minuman serta area foodcourt. Kami sempat mencoba sate unta dan milkshake.
Apakah ada mushola di Al Kar Tourist Village?
Ada. Mushola pria berada di area bawah dekat deretan kedai makanan, sedangkan mushola wanita berada di area yang lebih tinggi sehingga perlu berjalan sedikit memutar dan naik tangga setelah berwudhu.

Post a Comment