Pengalaman Naik Telefric Taif: Menikmati Pemandangan dari Ketinggian
![]() |
| Pemandangan Jalan Raya Al Hada yang berkelok membelah pegunungan dari dalam kabin Telefric Taif. Foto milik www.jalansitu.com. |
Telefric Taif selalu disebutkan dalam paket umrah travel. Bahkan city tour ke Taif selalu dipromosikan sebagai bonus unggulan dalam paket-paket umrah. Telefric / cable car / kereta gantung ini bukan atraksi wisata biasa. Selain memicu adrenalin dan menambah wawasan tentang tanah Arab, jemaah juga dapat melihat jalur perdagangan zaman Nabi yang sangat menantang.
Karena itu, wajar jika travel sangat menonjolkan Taif sebagai bonus besar. Namun, banyak jemaah yang hanya fokus pada sensasi naik telefric saja. Jika didampingi mutowif yang informatif, teman-teman akan menjadi saksi dahsyatnya jejak perjuangan Nabi.
Kami sudah dua kali menaiki Telefric Taif, dan keduanya sama-sama memberikan pengalaman yang mengesankan. Alhamdulillah, sebelum berangkat umrah, kami sempat menonton YouTube tentang sejarah Nabi di Taif dan jalur perdagangan lama sehingga kami mendapatkan pengalaman lebih dari sekedar duduk deg-degan di ketinggian.
Apa itu Telefric Taif?
Telefric Taif adalah kereta gantung yang jalurnya membentang sepanjang 4,5 km (kilometer) dengan ketinggian 1500-2000 mdpl di atas Gunung Al Hada.
Panjang jalur kereta gantung tersebut tidak salah tulis karena memang panjang banget dibandingkan Sentosa Island cable car Singapura (1,65 km) yang pernah kami naiki. Meski bukan yang terpanjang di dunia, tapi itu sudah cukup sensasional bagi kami.
Cable car ini dibangun oleh Taif Investment and Tourism Company yang bekerja sama dengan para ahli dari Austria. Pembangunannya dimulai pada tahun 1990-an dan diresmikan pada tahun 2001 oleh Crown Prince Abdullah. Sejak itu, Telefric ini selalu menjadi primadona city tour.
Lokasi Telefric Taif
Kereta gantung ini berada di kawasan Al Hada, 75 km dari Mekkah dinamakan Al Hada Cable Car. Perjalanan menuju ke lokasi ini sebenarnya hanya sekitar 90 menit. Tapi biasanya travel juga akan membawa jemaah ke Masjid Abdullah bin Abbas, pabrik parfum, kebun mawar atau makan nasi mandhi.
Ketika sudah memasuki wilayah Kota Taif, jemaah akan disuguhi pemandangan hijau yang indah selayaknya kawasan pegunungan. Kotanya bersih dan rapi. Udaranya juga sejuk sehingga tak nampak seperti Arab Saudi yang ada dalam pikiran kita selama ini, yaitu gunung batu dan berpasir.
Tak disangka, di kota inilah Nabi mendapat penolakan bahkan hingga dilempari batu. Padahal saat itu Nabi sedang berduka akibat wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib.
Daya Tarik Utama
Daya tarik utamanya tentu saja kereta gantung yang menakjubkan itu. Di stasiun atas (Puncak Al Hada) dan stasiun bawah (Lembah Al Karr / lokasi u-turn) kereta gantung ada taman bermain dan kuliner. Wisatawan juga bisa naik Toboggan yang seru banget. Minimal perlu waktu 2-3 jam berada di lokasi agar bisa menikmati semuanya.
Membeli Tiket dan Masuk ke Area Telefric
Sebenarnya kami tidak tahu cara membeli tiketnya karena sudah termasuk paket dari travel sehingga kami tinggal naik. Pada tiket tertera harganya 100 SAR.
Tapi sepertinya tour leader membeli secara online dari aplikasi lokal. Kami juga melihat ada antrian tiket di loket. Tapi antrian di loket ini memakan waktu yang lama jika umroh sedang padat.
Jika sudah memegang tiket, kita harus antri dengan berbaris rapi menunggu giliran naik ke kabin. Nah, untuk urusan antri ini ada saja wisatawan yang bergerombol. Meski satu rombongan dan tidak menyalip, tapi kalau tidak rapi begini bisa ditegur petugas.
Setiap kabin dapat diisi sekitar 6 orang dewasa. Ada juga yang sampai 8 orang kalau kecil-kecil. Tapi untuk orang dewasa, usahakan tidak lebih dari 6 orang agar bisa menikmati pemandangan dengan baik.
Pengalaman Naik Telefric Taif
Pada prinsipnya, perjalanan telefric dimulai dari stasiun atas (Puncak Al Hada) menuju ke stasiun bawah ( Lembah Al Karr), lalu kembali ke stasiun atas. Di stasiun bawah, wisatawan bisa memilih turun atau tidak. Banyak wisatawan yang tidak turun karena tidak tahu bahwa di situ ada objek wisata.
Pada tahun 2023, kami datang di awal Desember. Sedangkan pada tahun 2025, kami datang di awal April. Cuaca lebih baik di tahun 2023 sehingga foto dan video yang dihasilkan selama di dalam kabin lebih fantastis. Tapi waktu itu kami kesorean sehingga tidak berhenti di stasiun bawah.
Berikut ini yang kami lihat dan alami selama naik Telefric Taif.
1. Pentingnya Sekabin dengan Orang-orang yang Asik
Alhamdulillah kami selalu mendapat teman duduk yang asyik. Penting sekali mendapat teman yang tenang, tidak banyak drama dan tidak banyak gerak. Kabin ini terlihat ringan sehingga akan bijaksana sekali jika tidak banyak gerak. Yang membawa anak memang harus bisa membagi perhatian antara menikmati perjalanan dengan menjaga ketenangan anak.
Teman yang asyik juga penting untuk minta bantuan memotretkan diri kita di dalam kabin atau mengambil gambar pemandangan dari sisi tempat duduk mereka. Namun kami tidak pilih-pilih teman kok karena mereka antri di belakang kami dan alhamdulillah mereka keren.
2. Perjalanan Penuh Sensasi
Pada detik-detik pertama, kereta langsung meluncur dari stasiun ke bawah hingga beberapa meter kerena stasiunnya berada di tebing. Jantung ini seperti longsor heheheee. Setelah itu, kereta cenderung turun dengan elevasi yang tidak curam. Kemudian kami mulai mengeluarkan HP untuk merekam sekitar.
Dibandingkan dengan perjalanan turun, perjalanan naik lebih menegangkan karena kereta harus kuat hingga naik ke puncak. Rasanya ingin ikut mendorong agar kabin cepat mencapai stasiun. Hehehee. Yang beda cuma papah karena doi asyik mengamati perubahan elevasi, jarak dan kecepatan kabin di HPnya.
Jendela kabin bisa dibuka tapi jika ingin merekam perjalanan tidak usah sampai mengeluarkan HP. Kalau HP jatuh tidak akan ada yang mau bantu mengambilnya karena di bawah jalur Telefric merupakan bebatuan cadas.
3. Jalur Kafilah di Bawah Telefric
Di antara bebatuan cadas di bawah tempat duduk kita terdapat jalan batu berkelok-kelok yang sangat panjang dari atas ke bawah. Nama jalur ini adalah Darb Al-Jammalah, yang artinya jalur unta. Menakjubkan sekali. Pasti butuh sangat banyak pengorbanan pada saat pembangunannya.
Dikutip dari www.arabnews.com, jalan spiral tersebut merupakan jalur ziarah dan perdagangan lama yang dapat mempersingkat perjalanan Taif-Mekkah. Panjang jalur ini 6 km dan dapat mempersingkat waktu tempuh dari 3 hari menjadi beberapa jam saja. Jadi, semacam jalan tol zaman dulu. Di jalur tersebut ada tangga yang terbuat dari batu berusia 1000 tahun atau abad ke-5 Hijriyah.
4. Waterpark Al Kar
Waterpark yang besar ini terlihat sebelum kereta sampai di stasiun bawah. Sepertinya asyik sekali main air di sini. Tapi waterpark ini khusus untuk orang dewasa. Tentu saja tempat berenang laki-laki dan perempuan dipisah. Namun, 2 kali kami lewat, waterpark ini selalu dalam keadaan tutup atau sepi. Mungkin hanya buka di waktu tertentu atau sedang dalam perawatan.
5. Mata Air di Bawah Telefric
Mata air ini tidak banyak dibahas di blog atau media sosial karena memang tidak kelihatan kalau kita tidak jeli. Kami menemukan beberapa titik mata air di antara bebatuan lalu mengalir membentuk anak sungai. Bayangkan, 2 jam dari sini mungkin merupakan kawasan gurun yang susah air. Tapi di bawah Telefric bermunculan sumber mata air jernih. Pantas saja wilayah ini dipilih sebagai jalur unta karena menyediakan air yang cukup untuk perjalanan jauh.
6. Jalan Raya Al Hada yang Memukau
Dari kabin, kita juga bisa melihat Jalan Raya Al Hada yang ikonik. Jalan mulus ini tampak berkelok-kelok dengan ekstrem membelah gunung dan bukit batu. Jalan juga menghubungkan Mekkah-Taif. Mungkin jalan ini dibuat untuk menggantikan jalur perdagangan lama. Berdasarkan pengamatan kami, tidak ada kendaraan besar seperti bus, truk atau angkutan niaga lainnya. Semua kendaraan yang melintas berupa kendaraan pribadi.
7. Turun dalam Kondisi Kereta Berjalan
Kereta ini tidak pernah berhenti ya, teman-teman. Jadi, kabin ini akan terus berputar dari atas ke bawah, lalu kembali ke atas dan ke bawah lagi. Jadi, teman-teman harus ancang-ancang jika mau naik atau turun. Tapi tak perlu buru-buru agar tidak sampai jatuh karena kabin akan melambat di kedua stasiun.
Hanya saja, putaran di stasiun bawah lebih pendek sehingga teman-teman harus lebih sigap jika ingin turun untuk jalan-jalan di Al Kar Tourist Village. Kalau teman-teman sering naik angkot atau bus di Indonesia maka tidak akan kesulitan naik dan turun di wahana ini. Heheheee.
8. Al Kar Tourism Village
Di sini kita bisa jalan-jalan melihat pemandangan dan berbagai bangunan, makan bakso dan sate unta serta naik toboggan. Bagian ini akan kami ceritakan secara terpisah karena artikel ini sudah sangat panjang.
9. Naik Unta
Setelah turun dari kabin di stasiun atas dan hendak kembali ke Mekkah, sebagian wisatawan menyempatkan diri naik unta yang ada di dekat parkiran bus. Kami tidak naik karena takut, jadinya kami tidak tahu harganya.
Tips Sebelum Naik Telefric Taif
Keamanan wajib diutamakan ketika naik Telefric. Namun, kenyamanan juga perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tips naik Telefric yang mungkin bermanfaat.
- Datang saat cuaca cerah.
- Duduk dekat jendela jika memungkinkan agar mendapatkan foto atau video terbaik.
- Siapkan kamera atau ponsel.
- Jangan panik jika takut ketinggian karena perjalanan relatif halus.
- Gunakan busana yang nyaman. Untuk yang mengenakan gamis, perhatikan ujung gamis agar tidak kesrimpet, kecantol atau kejepit pintu kabin.
- Pilih sepatu daripada sandal karena lebih aman (tidak gampang terlepas atau nyangkut) dan nyaman.
- Siapkan uang riyal untuk membeli makanan atau mencoba wahana.
- Beritahu tour leader jika belum terangkut ke bawah maupun ke atas.
FAQ
1. Berapa harga tiket Telefric Taif?
Berdasarkan pengalaman kami, harga tiket Telefric Taif sekitar 100 SAR per orang. Namun, ada harga khusus untuk balita dan VIP.
2. Berapa lama perjalanan naik Telefric Taif?
Perjalanan dari stasiun atas menuju stasiun bawah berlangsung sekitar 20 menit dan kabin akan langsung berputar kembali menuju stasiun atas.
3. Apakah harus turun di Al Kar Tourism Village?
Tidak harus. Wisatawan dapat tetap berada di dalam kabin hingga kembali ke stasiun atas.
4. Apakah Telefric Taif aman untuk orang yang takut ketinggian?
Secara umum cukup aman karena pergerakan kabin relatif halus. Meski begitu, pada awal perjalanan ketika kabin mulai meluncur dari stasiun atas, sensasinya cukup memacu adrenalin.
5. Kapan waktu terbaik naik Telefric Taif?
Menurut pengalaman kami, cuaca yang cerah menghasilkan pemandangan yang jauh lebih indah untuk dinikmati maupun diabadikan dalam foto dan video. Sebaiknya hindari datang terlalu sore jika ingin memiliki waktu menjelajahi area Al Kar Tourism Village.
6. Apakah Telefric Taif cocok untuk jemaah umrah?
Ya. Telefric Taif menjadi salah satu destinasi favorit dalam city tour Taif karena menawarkan panorama pegunungan Al Hada yang berbeda dari suasana Mekkah dan memberikan gambaran tentang medan yang pernah dilalui zaman Rasulullah saw.
7. Apakah bisa membawa ponsel untuk merekam perjalanan?
Tentu bisa, bahkan sangat kami sarankan. Namun, jangan mengeluarkan ponsel terlalu jauh dari jendela kabin karena jalur di bawahnya berupa lembah dan bebatuan yang sangat curam.
Penutup
Telefric Taif layak dicoba, bukan semata-mata karena sensasi naik kereta gantung sepanjang 4,5 km, tapi karena perjalanan ini mengajak kita melihat sisi lain Arab Saudi yang mungkin belum pernah kita bayangkan. Hamparan pegunungan, jalan berkelok di Al Hada, hingga jejak jalur perdagangan lama membuat perjalanan terasa jauh lebih bermakna.
Menurut kami, sayang sekali jika hanya naik telefric tanpa mengetahui cerita yang tersembunyi di balik pemandangan tersebut. Karena itulah, sebelum berangkat ada baiknya mencari sedikit informasi tentang sejarah Taif agar pengalaman selama berada di dalam kabin menjadi lebih berkesan. Untuk foto dan video yang perjalanan Telefric yang dahsyat ini bisa dilihat di Instagram @jalansitu.
Pada artikel berikutnya, kami akan berbagi cerita tentang perjalanan dari Mekkah menuju Taif serta pengalaman menjelajahi Al Kar Tourism Village, termasuk mencoba wahana Toboggan yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Jadi, jangan lupa mampir lagi ke Jalansitu untuk membaca cerita selanjutnya.

Post a Comment