Lezatnya Kreasi Sate Ratu Jogja, Juara Nasional Kompetisi Ngulik Rasa

Sate Ratu Jogja meninggalkan tahun 2019 dengan prestasi keren sebagai juara Kompetisi Ngulik Rasa yang diselenggarakan oleh Unilever Food Solutions. Kompetisi ini diikuti lebih dari 2900 peserta yang berlaga di 3 kategori, yaitu soto, sate dan nasi goreng. Tiga jenis makanan ini nyaris selalu ada di tiap ruas jalan di Indonesia. Kami berkesempatan menikmati Sate Kanak, kreasi yang membawa Sate Ratu menjadi juara di kategori sate. Kira-kira, selera kami sama apa tidak ya dengan selera juri?

sate ratu jogja

SATE RATU MAKIN MAJU


Sate Ratu menempati salah satu outlet di Jogja Paradise Food Court, yang terletak di Jl Magelang, tepatnya di selatan Indogrosir. Pertama kami mencicipi menu Sate Ratu ketika masih menempati outlet di bagian depan kompleks kuliner itu. Waktu itu kami adalah pelanggan biasa, belum kenal dengan pemiliknya. 

Beberapa waktu kemudian Sate Ratu pindah ke belakang yang memiliki tempat lebih luas. Disitulah saya berkenalan dengan Om Budi, lengkapnya Febian Budi Seputro, pemilik Sate Ratu. Om Budi memperkenalkan menu-menu Sate Ratu sambil bercerita tentang perjalanan usahanya. Meski sebelumnya sudah pernah menikmati menu Sate Ratu, tapi kisah Om Budi memulai usaha makanan ini membuat kami benar-benar salut.

Kali ini kami diajak untuk mencicipi menu baru. Sebelumnya Om Budi selalu mengatakan tidak mau menambah macam-macam menu. Jadi, mengapa ada menu baru? Pasti ini sangat spesial sehingga Om Budi sampai harus menambahkan menu baru.

Ciri khas Sate Ratu berupa sate ayam dengan rasa pedas. Yang sudah terkenal adalah Sate Merah. Lalu seperti apakah Sate Kanak itu?

Oya, "kami" disini merujuk ke dua admin jalansitu. Ya, kami berdua beruntung bisa punya waktu bersama makan sate lezat.

sate ratu yogyakarta



Ketika datang, langsung terlihat kalau Sate Ratu sudah berubah menjadi tambah luas. Meski letaknya paling belakang dan tampilannya tidak mencolok, tapi sesore itu sudah ada beberapa pelanggan. Makin malam, makin ramai. Jadi, memang penambahan meja tersebut sejalan dengan penambahan jumlah pembeli. Karena meja bertambah, karyawan pun bertambah. Sate Ratu makin maju.

Jika sewaktu berkenalan dengan Sate Merah stan ini sudah dikunjungi oleh tamu dari 67 negara, maka ketika mencicipi Sate Kanak ini terlihat bahwa Sate Ratu sudah dikunjungi tamu dari 84 negara atau hampir separuh dari jumlah negara yang terdaftar di PBB.

SATE KANAK SANG JUARA


Di artikel kami terdahulu tentang Sate Ratu, bisa dilihat menu Sate Merah yang dagingnya menul-menul menggiurkan. Aslinya memang seperti itu, menul-menul, irisan dagingnya besar-besar dan empuk sekali. Meski foto tersebut kami edit atas nama pencahayaan, tapi tak ada maksud untuk membuatnya berbeda dari yang sebenarnya. Aslinya memang begitu.

Menu baru yang kami cicipi ini, yaitu Sate Kanak, merupakan pengembangan dari Sate Merah. 

Selama ini banyak pelanggan yang menanyakan menu yang tidak pedas karena menu Sate Ratu yang sudah ada pedas semua. Tadinya Om Budi tetap tidak mau menambah menu baru yang tidak pedas meski sudah banyak yang menanyakan, tapi rupanya Kompetisi Ngulik Rasa telah mengubah pendirian Om Budi.

sate ratu juara
3 yang atas adalah Sate Kanak, 3 yang bawah Sate Merah.

Mumpung banyak yang menanyakan menu yang tidak pedas, sekalian saja menjadikannya menu andalan untuk dilombakan sehingga pengembangannya bisa maksimal. Pengalaman ikut lomba sebelumnya memberi pelajaran kepada Om Budi tentang bagaimana mendapatkan hasil yang maksimal dalam waktu terbatas. Misalnya, Om Budi tidak mau lagi membawa daging ayam beku dari Jogja, melainkan beli dalam keadaan segar di Jakarta sebagai lokasi final. Kesegaran daging dan cara mengiris sangat menentukan keempukan menu-menu Sate Ratu.

Final Kompetisi Ngulik Rasa mempertemukan 5 finalis dari masing-masing kategori dan hanya dipilih satu juara saja. Om Budi merupakatan satu-satunya wakil dari Jogja.

Kompetisi Ngulik Rasa ini tidak hanya merupakan ajang pemilihan kreasi masakan terbaik tapi juga dilihat dari sisi pengelolaan bisnisnya. Ini adalah perwujudan komitmen Unilever Food Solutions (UFS) untuk membantu pengembangan industri kuliner Indonesia. Mungkin ada banyak orang yang bisa masak enak tapi mengemasnya dengan menarik ala food fusion dan memasarkannya butuh kemampuan yang berbeda. Om Budi sendiri mengaku tidak punya latar belakang sebagai chef dan bahkan tidak bisa masak. Tapi beliau punya ide-ide kreatif yang meyakinkan juri dari mulai ide menu, pengembangan hingga pemasarannya. Untuk kerja kerasnya itu, Sate Ratu mendapat hadiah dari UFS sebesar Rp 50.000.000,-.

MENIKMATI KELEZATAN SATE KANAK


Menu baru ini disebut Sate Kanak karena bisa dikonsumsi oleh pelanggan yang tidak bisa makan pedas seperti usia taman kanak-kanak. Meski begitu, Om Budi tidak rela untuk meninggalkan ciri khas Sate Ratu sepenuhnya.

Jadi masih ada sedikit rasa pedas di Sate Kanak.

Kami sengaja diberi Sate Merah dan Sate Kanak dalam satu piring agar terlihat bedanya. Masing-masing kami mendapat sepiring sate dan semangkok kuah. Sedangkan untuk nasi kami hanya meminta satu porsi untuk berdua karena sedang diet. Kami berusaha mengurangi menu pendukung dan fokus pada menu utama dalam mengisi konten blog ini agar kesehatan tetap terjaga meski makan enak terus. Ternyata di Sate Ratu ini tidak bisa begitu. Menu-menunya enak sekali dimakan dengan nasi sehingga nasi kami habis dalam sekejap. Seharusnya kami tidak menolak 2 porsi nasi, ya. Heheheee.

Beruntung acara icip-icip ini bisa diikuti 2 admin jalansitu yang beda selera, jadi penilaian bisa lebih fair. Admin emak memutuskan Sate Kanak layak jadi juara. Sedangkan admin pemudi tidak bisa memutuskan karena dia suka sekali pedas seperti Sate Merah tapi juga tidak bisa memungkiri kelezatan Sate Kanak.

wall of fame sate ratu
Wall of fame pengunjung Sate Ratu dari mancanegara sudah sampai 84 negara.

TIPS MENIKMATI MENU SATE RATU


Buat teman-teman yang penasaran dengan sate juara nasional Kompetisi Ngulik Rasa ini, datang saja ke Jogja Paradise Food Court stan Sate Ratu. Apakah bisa dibeli secara online? Tentu saja bisa! Tapi Om Budi menyarankan untuk dimakan di tempat karena kelezatan Sate Kanak maupun sate lainnya lebih terasa ketika barusaja matang. Kalau dibawa pulang dan dihangatkan lagi, teman-teman akan kehilangan sensasi menul-menulnya itu meski rasanya tidak berkurang, tetap sama enak. 

Menu-menu Sate Ratu dihidangkan bersama kuah kaldu. Jadi kalau terasa kepedasan, kuah kaldu ini bisa menjadi penawar. Selain itu, lupakan diet nasi dulu, ya. Sate Kanak dan Sate Merah paling nikmat dimakan bersama nasi.

Harga-harga di Sate Ratu kelipatan Rp 5.000,- kecuali yang dibeli melalui aplikasi ojek online. 

Gampangnya, satu porsi sate berharga Rp 25.000,-, sedangkan tambahan lain seperti nasi , kerupuk dan sebagainya dihargai Rp 5.000,-.

Kata Om Budi sih supaya gampang kembaliannya, tidak perlu menyediakan recehan. Iya juga, ya? Kami sering ribet sendiri memikirkan harga yang ganjil karena perempuan kalau memilih menu itu sambil berhitung dalam hati. Celakalah yang tidak pandai matematika. Belum lagi kadang kasir meminta uang pas sehingga merepotkan pelanggan. Harga tersebut juga sudah termasuk pajak, jadi kalau mau patungan dengan teman-teman se geng, harganya persis sama seperti yang tertera dalam daftar harga. Asik, kan?

Sate Ratu
Jogja Paradise Foodcourt
Jalan Magelang No.KM. 6, Kutu Tegal, Sinduadi, Kec. Mlati
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 50000
Telepon: 0815-5556-666
Jam buka: 11.00 - 21.00, Minggu tutup

Post a Comment

4 Comments

  1. Wuahhhh aku ketagihan mbak, digado aja enak deh ga usah pake nasi beuhhh bisa abis 20 tusuk kaliiikkk saking khilafnya

    ReplyDelete
  2. Asli, Sate Kanak ini memang sedap banget, kak. Dagingnya lembut & juicy banget. Pedasnya juga cuma sepercik, lebih aman di lidah saya.

    ReplyDelete
  3. Sate Kanak ini pas banget buat yang ga suka pedas, yg pengen pedas Sate Merahnya. Tapi dua-duanya sama-sama dagingnya lembut bgt, bikin nagih...

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.