Pages

Sate Ratu Jogja, Berprestasi Dan Dikunjungi Tamu Dari Puluhan Negara

Suatu hari, seorang teman bertanya apakah saya sudah pernah mencicipi Sate Ratu?


Sate merah. Bagaimana? Menggiurkan, ya?

Tentu saja, sudah. Sate Ratu terletak di area Jogja Paradise Food Court, salah satu tempat makan favorit kami sekeluarga di Yogyakarta. Hanya saja waktu itu saya tidak duduk di outlet Sate Ratu, melainkan di food court utamanya. Sate yang saya pesan diantar kesana. Kali ini, teman saya itu mengajak saya untuk menikmati Sate Ratu di outletnya, dan ditemani oleh pemiliknya. Wah, ajakan yang sangat menarik.

Jogja Paradise Food Court adalah area makan yang nyaman jika teman-teman malas dengan ribetnya makan di dalam mall. Halamannya luas dan pemandangannya adem, membuat kita lupa kalau berada di pintu masuk Jogja yang sangat ramai. Jika teman-teman masuk dari arah Magelang atau utara, posisinya berada setelah fly over Jombor. Jika teman-teman datang dari arah kota Jogja atau selatan, teman-teman harus memutar dulu di bunderan Jombor. Jangan melanggar plang larangan u-turn, ya. Memutar saja di bunderan untuk berputar arah.

Wall of fame berupa kesan para tamu dari 67 negara.

Lalu dimanakah outlet Sate Ratu ini? Letak Sate Ratu ada di ujung belakang sebelah kanan area. Tepatnya dekat panggung terbuka. Kalau membawa kendaraan bisa parkir ke dalam hingga dekat dekat Sate Ratu. Saya sih lebih senang parkir di depan, lalu jalan kaki dibawah pepohonan rindang. Kalau tidak buru-buru bisa foto-foto sebentar disitu.

Outlet Sate Ratu tampak sederhana tapi rapi dan bersih. Interiornya disesuaikan dengan menu utama, yaitu sate merah, untuk menciptakan suasana yang santai. Tempat pembakaran ada di depan outlet dan memiliki kapasitas besar sehingga tamu tidak butuh waktu terlalu lama menunggu.

Saya datang terlambat karena jalanan Jogja macet parah dimana-mana akibat kedatangan presiden, demo mahasiswa, rombongan jenazah dan penggalangan dana siswa di traffic light. Saya sendiri hampir tak percaya, bagaimana semua bisa berbarengan menghalangi jalan saya. Ternyata saya memang datang paling akhir. Disana sudah menunggu teman-teman blogger dan pak Budi Seputro, pemilik Sate Ratu

Pak Budi mengelola Sate Ratu bersama Bu Maria, sang istri. Tapi Bu Maria tidak ikut ngobrol karena sibuk melayani tamu, termasuk kami. Pak Budi mengawali usaha kuliner setelah keluar dari dunia entertainment malam, dunia yang sebenarnya sudah memberikan pengakuan terhadap tangan dinginnya. Pak Budi menyebut peralihan ini sebagai pertobatan.

Pertobatan seringkali disertai dengan ujian. Mulanya pak Budi mendirikan Angkringan Ratu, yaitu angkringan dengan konsep premium. Setelah 9 bulan, terlihatlah berbagai kekurangan dari konsep tersebut, antara lain karena tempatnya yang tidak permanen sehingga menghabiskan energi untuk persiapan berjualan tiap hari dan tentu saja ketika membereskannya setelah berjualan.

Lilit basah yang saya suka.

Sejak 2 tahun lalu, Pak Budi fokus dengan Sate Ratu dan pengembangannya. Fokus tersebut tidak hanya terhadap tempat, model berjualan, marketing tapi juga menu. Sate Ratu hanya menjual 3 menu, yaitu sate merah, lilit basah dan ceker tugel. Sate merah dipilih karena merupakan best seller Sate Ratu. Sedangkan lilit basah yang penyajiannya cepat dimasukkan ke dalam menu sebagai jembatan jika tamu sangat ramai sehingga tak perlu bengong menunggu satenya. Tamu bisa menikmati lilit basah terlebih dulu sambil menunggu sate dibakar.

Kami berkesempatan mencicipi sate merah dan lilit basah. Sayang ceker tugelnya tidak ada. Sate merah adalah sate ayam yang dibumbu merah. Teksturnya empuk sekali dan irisannya besar-besar. Rasanya agak pedas. Kalau tidak suka pedas bisa ditambah kecap. Tapi buat penggemar pedas sepertinya biasa aja deh. Tidak terlalu pedas. Saya suka lilit basahnya.

Uniknya, Sate Ratu sudah dikunjungi oleh tamu dari 67 negara. Peran review pengunjung di situs seperti tripadvisor, sangat membantu mempopulerkan nama Sate Ratu di kalangan turis. Review ini tidak didapat dari membayar seseorang atau menyuruh teman memberikan review bagus disana, melainkan terjadi secara natural karena pak Budi rajin berteman dengan tamu-tamunya. Karena itulah, Sate Ratu mendapatkan Certicate Of Excellence tahun 2017 dan 2018.

Blogger itu akrab dengan para pendiri startup. Tapi baru kali ini saya melihat food startup. Bahkan ini bukan startup biasa karena sudah lolos dari kurasi Bekraf. Meski "cuma" sate, ternyata banyak ya, penghargaan atau pengakuan yang telah diraih Sate Ratu. Selain itu, masih ada Indonesia Award For Excellent in Restaurant 2018 dan finalis Bango Penerus Warisan Kuliner 2018.

Perjalanan dan pencapaian Sate Ratu bisa dilihat di website https://sateratu.id/

Sate Ratu bisa dipesan melalui ojek online.

Selama makan, eh lebih banyak motretnya ding, pak Budi juga bercerita tentang beberapa ide yang ingin diwujudkannya. Semoga Sate Ratu menjadi salah satu tujuan wisata kuliner andalan Jogja.

Tak terasa maghrib sudah tiba. Sayapun pamit dan kembali berusaha menembus padatnya lalu lintas Jogja yang tidak seperti biasanya itu.

Sate Ratu
Jogja Paradise Food Court
Jl Magelang km 6
Yogyakarta
Whatsapp: 08155556666

Admin

Jangan cemberut! Jajan dan jalan situ-situ aja tetap bisa bikin bahagia, kok. Cari saja reviewnya di blog jalansitu. Email: slowtravelid@gmail.com

4 comments:

  1. Waaah baru tau mbak ada sate bumbu merah kayak sate ratu gini. Jadi penasaran sama rasanya.

    ReplyDelete
  2. kyknya satenya berlimpah rempah, pasti gurih banget tuh ya mbak.

    ReplyDelete
  3. kelihatan menggoda bgt satenya, jd pgn ih

    ReplyDelete

Thank you for your comment. It will appear soon.