Cara ke Melaka dari Dumai dengan Feri
![]() |
| Cara ke Melaka dari Dumai. Foto milik www.jalansitu.com. |
Cara ke Melaka dari Dumai dengan feri ini melengkapi artikel-artikel terdahulu tentang paspor, kapal feri dan biaya perjalanannya. Artikel-artikel tersebut dapat dicari dengan kata kunci "Dumai". Perbatasan air Indonesia dengan negara lain termasuk langka sehingga kebanyakan informasinya hanya diketahui oleh masyarakat sekitar yang sering menyeberang. Padahal caranya cukup mudah sehingga bisa masuk ke dalam daftar itinerary wisatawan dari kota lain.
Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau yang dipisahkan oleh Selat Malaka dengan Melaka. Sedangkan Melaka adalah sebuah kota wisata bersejarah di Malaysia. Warga Riau dapat berwisata ke luar negeri hanya dalam waktu 2 jam naik kapal feri yang bergerak dengan santai.
Cara ke Melaka dari Dumai Menggunakan Kapal Feri
Umumnya kapal feri yang mengarungi jalur Melaka - Dumai tidak terlalu besar. Kapal feri tersebut menghabiskan setengah perjalanan di perairan dalam Selat Malaka dan perairan yang lebih dangkal di Selat Rupat. Ketika di Selat Rupat, feri berjalan lebih lambat. Jika cuaca cerah, penumpang dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan ditemani ikan terbang ketika mencapati perairan dalam.
Berikut ini adalah cara ke Melaka dari Dumai menggunakan kapal feri yang perlu diketahui:
1. Membeli Tiket di Agen Feri
Kami tidak banyak tahu tentang jumlah agen feri di Dumai. Dari pencarian internet, muncul nama Indomal dan Yanti Group. Kami memilih Indomal sebanyak 2 kali. Pelayanan Indomal memuaskan dan komunikatif. Perjalanannya juga menyenangkan karena didukung cuaca yang baik.
Tiket Indomal kami beli secara online dan wajib menyebutkan nomor paspor. Informasi nomor WA, jadwal dan harga tiket ada di Instagram dan website Indomal. Harga tiket tahun 2025 Rp1.100.000 pulang pergi atau Rp600.000 untuk one way. Untuk VIP cukup menambah Rp50.000.
VIP akan duduk di kabin atas, serta mendapat minuman dan snack. Beberapa kapalnya memiliki teras belakang terbuka. Penumpang VIP juga akan turun lebih dahulu jika sudah sampai di tujuan. Kami sudah mencoba keduanya. Untuk kemudahan, VIP memang lebih baik. Tapi untuk kursi, kami lebih suka kelas ekonomi karena lebih lega untuk tubuh kami yang tinggi besar.
2. Mengisi MDAC
Isi MDAC (Malaysia Digital Arrival Card) selengkap-lengkapnya agar tidak banyak pertanyaan dari petugas Imigrasi Melaka. Agar tidak kemrungsung, sebaiknya MDAC diisi sehari sebelumnya. Jangan lupa download hasilnya agar tidak grogi atau panik ketika membukanya di depan petugas. Ini juga untuk berjaga-jaga jika tidak ada sinyal untuk membuka websitenya.
Formulir MDAC ada di website https://imigresen-online.imi.gov.my/mdac/main.
3. Print Tiket di Agen Feri
Jika membeli tiket secara online, jangan lupa untuk minta print out lebih dahulu di kantor agen sebelum berangkat. Saya tidak tahu mengapa tidak pakai barcode di hp saja. Apalagi crew feri sudah menggunakan scanner untuk membaca tiket. Tapi itu tahun lalu sih. Mungkin tahun ini sudah lebih canggih, tapi wajib ditanyakan ke agen.
4. Datang ke Pelabuhan Dumai
Pelabuhan Dumai dan Melaka itu kecil, tidak seperti Bandara SSK II dan KLIA, jadi tidak perlu datang berjam-jam sebelumnya. Namun demikian, jangan datang mepet juga. Usahakan sudah di ruang tunggu 1/2 jam sebelumnya. Agen menyediakan shuttle gratis dari kantornya ke Pelabuhan Dumai bagi calon penumpang yang datang menggunakan travel ke agen untuk mengambil print tiket dulu.
5. Membayar Pas Pelabuhan Dumai
Setelah memasuki lobi Pelabuhan Dumai, cari loket Pelindo dulu untuk membayar pas pelabuhan. Untuk tujuan internasional dikenakan biaya Rp75.000. Pembayaran dapat dilakukan dengan QRIS. Setelah itu, calon penumpang menunggu kesiapan petugas imigrasi di ruang tunggu dalam beserta barang bawaan. Jadi, tidak ada baggage drop zone seperti di bandara.
6. Mengikuti Pemeriksaan Imigrasi Dumai
Antrian imigrasi di Pelabuhan Dumai itu per feri, jadi tidak sepanjang seperti di bandara. Biasanya yang boleh antri di imigrasi hanya calon penumpang satu kapal yang keberangkatannya paling awal sehingga antrian tidak panjang.
Kabarnya, imigrasi Dumai itu sangat ketat untuk mencegah pekerja ilegal. Selama kami bolak-balik Dumai - Melaka memang ada saja calon penumpang yang ketahan lama di imigrasi. Tapi berhubung persyaratan kami lengkap dan tidak ada aktivitas yang mencurigakan maka kami cuma sebentar saja di imigrasi dan langsung lolos.
Selama pemeriksaan, calon penumpang dilarang mengambil gambar. Setelah lolos, crew kapal langsung menyambut dan mengarahkan calon penumpang. Tak lupa mereka memeriksa dan scan barcode di tiket.
7. Naik ke Kapal Feri
Calon penumpang naik feri dengan tertib dan hati-hati karena kapal goyang-goyang. Tapi jangan khawatir karena banyak crew yang bantu. Jika tidak ingin repot, koper dapat diserahkan ke crew untuk diletakkan di palka kapal.
Penumpang wajib duduk sesuai dengan nomor kursi. Jika ingin pindah ke tempat yang lebih enak, tunggu sampai kapal tersebut jalan dan kursi yang diincar kosong.
8. Menikmati Perjalanan
Perjalanan selama 2 jam itu tidak lama asal bisa menikmatinya. Antara Dumai dan Melaka terdapat Pulau Rupat yang masuk ke wilayah Provinsi Riau. Di perairan antar Dumai dan Rupat yang disebut Selat Rupat, kapal berjalan lambat sehingga terasa lama. Mungkin karena perairannya dangkal, banyak kapal besar mau sandar dan banyak kapal nelayan sehingga harus berhati-hati. Teman-teman dapat memotret aneka kapal tanker dan nelayan tersebut.
Untuk kelas VIP di beberapa kapal, ada fasilitas semacam teras di buritan atau belakang kapal. Anginnya cukup kencang sehingga harus terus berpegangan dan memperhatikan aturan keselamatan dari crew. Banyak yang mengambil foto di sini tapi kebanyakan laki-laki karena memang agak menantang. Di dalam kabin ada TV yang memutar berbagai film. Tapi pegal juga kalau fokus terus melihat depan.
Memasuki Selat Malaka, kapal mulai ngebut sampai tiba di Melaka. Beda dengan Dumai, letak Melaka di tepian Selat Malaka langsung. Di sepanjang perairan ini, penumpang dapat menyaksikan tanker-tanker super besar dan ikan terbang.
9. Turun dari Kapal Feri
Proses ini agak lama sehingga butuh kesabaran karena petugas Pelabuhan Melaka akan melakukan pemeriksaan dokumen lebih dahulu. Kemudian barang-barang akan dikeluarkan dari palka semua. Setelah itu, barulah penumpang boleh turun dengan urutan penumpang VIP dulu.
10. Mengikuti Pemeriksaan Imigrasi Melaka
Setelah turun dari feri, penumpang akan memasuki gedung pelabuhan dengan membawa semua barang bawaan masing-masing untuk mengikuti pemeriksaan dari Imigrasi Melaka. Selama antri, jangan sekali-sekali membuka hp meski tidak untuk memotret. Petugas akan berteriak untuk menegur kita. Buat yang tangannya suka gatal pengin scroll sesuatu, lebih baik simpan saja hp di tas atau saku.
Hp hanya dibuka jika diminta oleh petugas Imigrasi Melaka di loket. Biasanya penumpang akan diminta menunjukkan paspor, MDAC dan tiket balik ke Indonesia. Kami tidak tahu bagaimana jika belum memiliki tiket pulang. Kami juga tidak pernah diminta menunjukkan bukti booking hotel. Biasanya hanya ditanya akan menginap dimana. Tapi lebih baik mempersiapkan bukti booking supaya prosesnya cepat.
11. Mengikuti Scan Barang Bawaan
Proses berikutnya adalah scan barang bawaan. Letakkan semua barang dan aksesoris yang melekat di tubuh di wadah yang disediakan, seperti jam tangan, bros, ikat pinggang dan sebagainya. Jangan lepaskan pandangan dari hp yang diletakkan di wadah. Lebih aman hp ditaruh di dalam tas, lalu awasi tas tersebut. Ini tidak hanya berlaku di Pelabuhan Melaka tapi di mana pun ketika diwajibkan melakukan scan barang-barang.
12. Keluar dari Pelabuhan Dumai
Scan barang bawaan merupakan proses terakhir. Setelah itu, penumpang dapat masuk ke lobi untuk menunggu jemputan atau taksi ke kota Melaka. Kami menggunakan taksi online Grab.
Demikianlah cara ke Melaka dari Dumai dengan feri. Cukup mudah, bukan? Video dan foto-foto yang lebih jelas bisa dilihat di Instagram, TikTok atau YouTube jalansitu. Semoga bermanfaat.

Post a Comment