Tidak Semua Kota di Eropa Bersalju pada Musim Dingin

Table of Contents

salju musim dingin di Eropa
Salju musim dingin di Eropa. Foto milik www.jalansitu.com

Tidak semua negara di Eropa ada salju di musim dingin. Fakta tersebut harus diketahui lebih dahulu sebelum berangkat ke Eropa, baik sebagai wisatawan maupun pelajar. Informasi tentang kondisi cuara di musim dingin berkaitan dengan ekspektasi dan perlengkapan yang harus dibawa. Jangan sampai punya ekspektasi main salju tapi ternyata tidak ada turun.

Fakta tentang Musim Dingin di Eropa

Di musim dingin, sudah pasti suhu di Eropa sangat rendah. Meski salju belum muncul, suhu bisa mencapai 0 derajat celsius. Namun beberapa negara memiliki suhu yang tidak terlalu rendah, hanya seperti hawa di pegunungan Indonesia. 

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang musim dingin di Eropa:

1. Bagaimana Salju Turun?

Dulu kami mengira, salju itu turun di awal musim dingin, lalu menetap sepanjang musim dingin. Ternyata tidak begitu. Hujan salju turun dulu, lalu salju menutup semua permukaan yang terbuka. Jika salju tidak terlalu tebal maka salju tersebut akan segera mencair. Jika cukup tebal maka salju akan bertahan agak lama hingga dicairkan oleh sinar matahari. Kejadian seperti itu terjadi berulang kali di beberapa negara sepanjang musim dingin. 

Kadang salju turun seperti badai yang berbahaya. Ini dialami si emesh ketika pertama kali mendarat di Eropa, tepatnya di Gothenburg (Swedia), sehingga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pada saat itu terjadi badai yang hebat sehingga Turkish Airlines yang ditumpanginya menjadi pesawat terakhir yang mendarat sebelum bandara ditutup beberapa hari karena salju yang sangat tebal. Saking mencekamnya, seluruh penumpang bertepuk tangan untuk memberi apresiasi atas keterampilan pilot Turkish Airline begitu pesawat mendarat.

2. Salju itu Seperti Apa?

Komentar banyak orang Indonesia ketika melihat foto atau video salju adalah, "Wah tinggal bawa gelas dan sirup".

Salju putih yang pernah dipegang si emesh di Swedia dan Belgia terasa kering di tangan seperti pasir. Kalau cuma tipis, salju tidak berbahaya untuk jalan kaki atau naik sepeda. Kalau tebal, tentu warga harus berhati-hati agar tidak terperosok atau terpeleset ketika salju mulai mencair.

Salju yang berbahaya meski tipis sekali pun adalah salju yang membatu, yaitu yang wujudnya bening seperti es batu. Di jalan, salju yang membeku tampak seperti genangan air biasa dari kejauhan. Yang seperti ini sangat licin meski sedikit.

3. Kapan Salju Turun?

Yang jelas, salju turun pada musim dingin, yaitu pada bulan Desember, Januari atau Februari. Pada tahun 2023-2025, puncaknya terjadi di bulan Januari. Jadi bisa saja di bulan Januari bersalju selama beberapa hari, lalu bersalju lagi di bulan Februari, bahkan Maret. 

Buat teman-teman Kristen, salju tak selalu turun tepat pada Hari Natal. Waktu turun salju tahun lalu tidak bisa menjadi patokan. Namun pemerintah setempat selalu memberikan peringatan cuaca sehingga masyarakat bisa bersiap sebelum membuat janji atau bepergian.

4. Tidak Semua Kota Ada Salju

Tidak semua kota ada salju yang seperti kita bayangkan, yaitu tebal dan putih. Kota-kota di Eropa bagian utara menjadi kawasan yang paling dingin dan tebal saljunya. Bahkan si emesh pernah hanya mendapatkan sinar matahari selama beberapa jam saja dalam sehari di Boras (Swedia) sehingga perlu minum vitamin D.

Sebaliknya, ketika di Praha (Ceko), selama musim dingin hanya terjadi hujan salju tipis tak lebih dari 5x sehingga langsung cair begitu menyentuh bumi. Di wilayah selatan Eropa, umumnya hanya daerah-daerah di pegunungan saja yang mendapatkan salju. 

Jika ingin mendapatkan pengalaman berwisata di tengah salju, sebaiknya riset prakiraan cuaca dan kota-kota yang hampir pasti ada salju.

5. Outfit yang Cocok di Tengah Salju

Outfit yang cocok tentu saja yang dapat menghangatkan tubuh. Lapisi bagian dalam dengan dalaman heat tech. Kenakan jaket atau jas yang tebal tapi tidak mudah lembab jika basah. Jangan lupa mengenakan syal untuk menutup leher dan muka, serta kenakan kupluk. 

Sepatu boot penting agar terhindar dari basah. Sepatu boot second atau preloved bisa dibeli di Eropa dengan harga murah tapi kondisinya masih sangat bagus. Basah di musim dingin tidak sama dengan di musim panas karena outfit sulit kering dan mudah menyebabkan flu.

Pengalaman Musim Dingin di Eropa

Hingga tahun awal 2026, si emesh sudah mengalami 3 kali musim dingin di kota-kota yang berbeda di Eropa. Pada tahun pertama, si emesh yang datang di musim dingin, merayakan euforia salju dengan mengunjungi beberapa kota. Pada musim dingin ke-3, si emesh memilih tidak keluar kota. Dari pengalaman sebelumnya, jika tidak berniat untuk ski, jalan-jalan di musim dingin itu tidak nyaman.

Berikut ini adalah kota-kota di Eropa yang pernah dikunjungi si emesh di musim dingin.

1. Gothenburg (Swedia)

Di sinilah si emesh melihat salju untuk pertama kali dalam hidupnya, yaitu pada bulan Januari 2023. Pada pengalaman pertama ini, si emesh langsung menyaksikan seperti apa badai salju itu. Suhu waktu itu -4°C.

Di tengah salju yang sangat tebal, si emesh dan 2 temannya harus menyeret koper besar dan koper-koper kecil dari bandara ke pemberhentian bus dan dari halte ke apartemen. Benar, mereka nekad naik bus, meski si mamah dan papah sudah meminta si emesh untuk naik taksi atau semacam mobil sewa saja berapapun biayanya. Bisa dibayangkan hebohnya, beratnya dan dinginnya.

Di apartemen, si emesh menggigil meski pemanas berfungsi normal dan tidak bisa tidur. Si emesh mengalami jetlag, overexcited dan penyesuaian fisik. Setelah 3 hari, barulah tubuhnya bisa menyesuaikan suhu setempat dan bisa bepergian seperti warga lokal. 

Jadi teman-teman, asal menggunakan baju yang proper dan pemanas ruangan bekerja dengan baik, tubuh manusia itu ajaib karena bisa menyesuaikan dengan suhu setempat meski alam di sekitarnya membeku.

Si emesh kembali ke Gothenburg pada bulan Februari 2023 tapi tidak ada salju.

2. Boras (Swedia)

Si emesh melihat salju di Boras turun pada bulan Januari, Februari hingga Maret 2023. Rentang waktunya sangat panjang. Bahkan pada bulan Januari, salju benar-benar tebal. Untungnya transportasi utama di Boras adalah bus yang tetap jalan meski salju tebal. 

3. Lidkoping (Sweden)

Lidkoping adalah kota penting sebagai tempat transit jika akan bepergian lintas kota atau negara menggunakan bus. Si emesh mengunjungi Lidkoping pada bulan Januari 2023. Saljunya merata tapi tidak terlalu tebal.

4. Oslo (Norwegia)

Si emesh mengunjungi Oslo pada bulan Januari 2023. Seperti halnya kota di negara Skandinavia lainnya, Oslo juga mengalami masa-masa bersalju yang cukup lama. Untungnya pada saat si emesh ke Oslo, cuaca bersahabat meski kadang gloomy. Sedangkan saljunya rata dan agak tebal.

5. Stockholm (Swedia)

Si emesh mengunjungi Stockholm di bulan Maret 2023 ketika diperkirakan cuaca sudah hangat. Ternyata Stockholm malah masih tertutup salju yang merata. Sebenarnya prakiraan cuaca sudah menyebutkannya tapi si emesh ingin melihat ibukota Swedia itu.

6. Praha (Ceko)

Pada bulan Desember 2024, salju tidak turun tapi rumput dan dedaunan membeku saking dinginnya. Padahal Praha memiliki salah satu pohon Natal terbaik di dunia. Salju dapat menambah daya tariknya. Meski sebagian besar penduduk Ceko tidak beragama, tapi Pasar Natal merupakan tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu. Pada bulan Januari 2025, hujan salju turun 2-3 kali tapi hanya meninggalkan jejak yang sangat tipis.

7. Delft (Belanda)

Si emesh berada di Delft mulai bulan Februari 2025. Sebenarnya itu masih musim dingin tapi langit selalu cerah meski hawanya dingin. Salju tidak turun.

8. Amsterdam (Belanda)

Si emesh hanya sebentar ke Amsterdam pada bulan Februari 2025. Cuaca juga cerah dan tidak bersalju.

9. Gent (Belgia)

Pada bulan Desember 2025, salju tidak turun di Gent. Tapi cuaca di Gent gloomy terus-menerus. Salju baru turun seminggu setelah tahun baru 2026 dan tebal. Untungnya si emesh tidak ada kegiatan kampus. Salju yang terlalu tebal akan menjadi masalah karena transportasi utama si emesh adalah sepeda. Jarak apartemen ke kampus cukup jauh untuk jalan kaki. Belum lagi jalannya naik turun.

10. Burgge (Belgia)

Si emesh hanya sebentar ke Burgee di bulan Desember 2025. Cuaca sangat dingin tapi tidak ada salju.

11. Antwerp (Belgia)

Si emesh juga hanya sebentar ke Antwerp pada bulan Desember 2025. Seperti halnya Burgge, Antwerp tidak ada salju pada waktu itu.

Demikianlah pengalaman si emesh yang telah merasakan 3x musim dingin di Eropa. Untuk foto-foto yang lebih jelas bisa follow akun Instagram jalansitu. Semoga bermanfaat.



Post a Comment