Sekelumit Kisah Underpass atau Terowongan Kentungan Jogja

underpass kentungan
Undeprass Kentungan. Sumber: dokumentasi pribadi.

Ada yang kecele dengan underpass atau terowongan Kentungan Jogja? Entah bagaimana, ketika terowongan di persimpangan Ring Road Utara dan Jl Kaliurang Yogyakarta ini dibangun, banyak yang mengira bahwa bentuknya akan seperti Jombor, yaitu di bagian bawah ada terowongan dan di bagian atas ada fly over atau jalan layang. Meski begitu, pembangunan ini tetap bisa mengurai sebagian kemacetan.

Padatnya Jl Kaliurang

20 tahun lalu, daerah di luar ring road utara sudah dianggap jauh. Di luar ring road, kos dan rumah sewa atau kontrakan masih sedikit. Banyak mahasiswa UPN dan UII yang mencari kos di seputar Jl Kaliurang karena daerah seputar kampus mereka juga belum banyak kos. Waktu itu, aktivitas paling ramai adalah di Cemara Tujuh yang terletak sebelum ring road utara, tepatnya di posisi Dazzle sekarang.  Cemara Tujuh menyediakan telepon umum dan beberapa barang kebutuhan sehari-hari.

20 tahun kemudian, Jl Kaliurang menjadi sangat padat. Selain kos yang sudah melebar hingga ke luar ring road utara, juga banyak developer perumahan yang menawarkan hunian. Belum lagi UII sudah sepenuhnya beroperasi di kampus baru di Jl Kaliurang atas.

Jl Kaliurang sejak dulu disebut Jakal. Beberapa waktu lalu ada warga twitter yang menggangap warga twitter lain sok gaul karena menyebut Jl Kaliurang dengan Jakal. Padahal Jakal bukanlah bahasa gaul, melainkan begitulah orang Jogja menyebutnya sejak dulu kala. 

Sumber kemacetan ada beberapa titik, yaitu di setiap depan gang karena banyaknya kendaraan mahasiwa yang keluar masuk gang, bahkan menyeberang. Sumber kemacetan terparah adalah perempatan ring road utara dan Jakal atau Kentungan. Bahkan di sore hari, lalu lintas sudah merambat sejak km 4,5. Belum lagi banyak pengendara yang menyumbat jalur "ke kiri jalan terus" dari arah selatan. Pengendara Jogja termasuk tertib, tapi entah mengapa kok di area sini tidak bisa tertib sehingga kemacetan sulit terurai.

Ketika kabar akan dibangun fly over di Kentungan tersebar, semua berharap banyak. Ketika pembangungan dimulai dan kemacetan makin parah karena ada penutupan di beberapa bagian, pengendara dengan ikhlas bersabar. Bahkan netijen tak segan-segan memarahi netijen lain yang tidak sabar dan banyak mengeluhkan kondisi tersebut.

Baca juga: Tips Antar Jemput Bandara YIA dengan Mobil Pribadi

Kok Jadinya Cuma Underpass atau Terowongan Kentungan?

Pembangungan di Kentungan ini termasuk jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan Jombor. Ketika semua seng penutup lokasi pembangunan dibuka, pengendara berpikir, wah ini saatnya pembangungan dilanjutkan ke atas. Tapi itu tidak pernah terjadi. Lokasi tersebut dibersihkan dan ditata untuk peresmian terowongan Kentungan.

Yup, ternyata memang hanya dibangun underpass atau terowongan saja, tidak ada fly over atau jembatan layang di Kentungan. Meski sudah berkali-kali melewati area tersebut setelah diresmikan, banyak teman-teman seolah masih digantungkan harapannya dan menunggu menjadi kenyataan. Heheheee. Setelah lama berselang, barulah mereka menerima kenyataan.

Kondisi Underpass atau Terowongan Kentungan Kini

Terowongan Kentungan ini membuat lalu lintas dari timur ke barat ring road utara dan sebaliknya bebas hambatan. Akibatnya, waktu tunggu dari arah selatan ke utara Jakal dan sebaliknya menjadi lebih singkat. Kemacetan tetap terjadi di jam sibuk, tapi tidak separah dahulu. 

Lebih baik lagi jika pengendara tertib, tidak menyerobot dari kiri atau malah menyumbat jalur "ke kiri jalan terus". Memang Jakal adalah jalur wisata ke Kaliurang, tapi pengguna sehari-hari adalah warga lokal dan mahasiswa. Jadi, warlok dan mahasiswa diharapkan kesadarannya.

Di musim penghujan lalu, sempat terjadi beberapa kali genangan air di dalam underpass sehingga membahayakan pengendara. Belum lagi penutup gorong-gorong yang melintang tidak rata dengan jalan sehingga menimbulkan guncangan pada kendaraan. Tapi itu sudah diperbaiki. Semoga tidak terjadi lagi. Mungkin yang masih kurang adalah penerangan di dalam underpass dan penerangan di jalur atas, yaitu jalur masuk dari arah selatan Jakal belok ke barat untuk masuk ke ring-road utara ketika malam hari.

Sedangkan di Jakal sendiri muncul sumber kemacetan baru, yaitu adanya cafe-cafe, restoran-restoran besar, apartemen, hotel dan toko oleh-oleh. Jakal sudah berubah dari pusat kegiatan mahasiswa menjadi salah satu pendukung pariwisata utama di Jogja. Mungkin 5 tahun lagi butuh solusi baru. Sepertinya solusi tersebut bukanlah fly over, melainkan jalan tol yang pembangunannya sudah dimulai dari Jogja bagian barat. 

Jika ingin melihat bagian dalam dari underpass Kentungan, silakan follow akun instagram @jalansitu atau channel youtube Jalansitu agar lebih jelas. Waktu tempuh di dalam underpass sekitar 1 menit. Foto di atas kurang jelas karena merupakan screenshoot dari dari video tersebut.

Post a Comment

0 Comments