Ketahui 5 Penyebab Terjadinya Stroke Pada Umumnya

Baru-baru ini viral foto El Ibnu, vokalis band El Kasih, yang terserang stroke parah hingga 45% tubuhnya nyaris lumpuh dan diceraikan istrinya. Stroke bisa terjadi pada usia muda seperti El Ibnu, yang ketika itu berusia 35 tahun. Sekarang usianya 41 dan sangat bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas. Karena itu, yuk kenali 5 penyebab terjadinya stroke pada umumnya.

penyebab-terjadinya-stroke-pada-umumnya
Foto Pixabay

1. Genetik


Inilah yang terjadi pada El Ibnu. Ibunya juga meninggal karena stroke. Jadi, jika dalam keluarga ada riwayat stroke, sebaiknya berhati-hati. Menjalankan gaya hidup sehat dan rajin cek kesehatan ke dokter akan sangat membantu mengurangi kemungkinan stroke di usia muda. Jangan sampai di usia produktif malah bergantung pada orang lain. Tapi jika sudah telanjur ada anggota keluarga yang terkena stroke, jangan pula ditelantarkan. Bagaimanapun keluarga itu harus selalu bersama dalam susah maupun senang. Ikuti petunjuk dokter dan bantulah penderita mengikuti terapinya. 

2. Gaya Hidup


Kembali menggunakan contoh El Ibnu yang terkena stroke ketika pentas di Maroko. Gaya hidup group band yang selalu berpindah tempat dalam kelompok besar bisa mengakibatkan kelelahan fisik dan mental. Tidak mudah menjalin kekompakan dalam group yang terdiri dari banyak orang dari berbagai latar belakang. Ini bisa memicu stress. Yang sudah memiliki keturunan stroke akan menghadapi resiko terbesar dengan pemicu seperti itu. Hal itu juga ditambah dengan lingkungan yang tidak sehat, misalnya asap rokok yang terus-menerus mengepul di tempat-tempat hiburan meski dia tidak minum alkohol. Manajer sebuah group band sebaiknya tidak hanya mengurus kontrak tapi juga menjadwalkan olahraga rutin bagi artis dan crew

Untuk yang bukan artis, kehidupan yang dikira normal pun bisa menjadi pemicu stroke. Pulang pergi ke dan dari kantor setiap hari dalam kondisi macet dan asap kendaraan bermotor penyebab polusi bisa menjadi penyebab stroke. Seimbangkan dengan relaksasi dan pengendalian diri.

3. Penyakit Lain


Penyakit lain bisa memicu stroke. Nah, ini pengalaman pribadi ketika ayah mengalami gejala stroke beberapa kali. Untungnya tidak parah, banyak bibir sedikit miring beberapa lama lalu berangsur pulih. Rupanya itu tanda-tanda serangan jantung. Sekarang sudah dioperasi dan sesekali sakit jantungnya masih kambuh tapi stroke sudah tidak terjadi lagi. Tentu saja itu diimbangi dengan disiplin melakukan aktivitas yang tidak terlalu diforsir menurut anjuran dokter dan menjaga asupan makanan yang sehat.

Stroke juga bisa terjadi pada penderita diabetes dan penyakit lainnya. Jadi, jika menderita suatu penyakit, jangan dibiarkan saja meski masih merasa kuat. Segeralah berobat ke dokter agar tidak terkena stroke mendadak.

4. Gender


Berdasarkan data kesehatan, laki-laki cenderung lebih beresiko terkena stroke daripada perempuan. Perempuan memiliki keuntungan dengan adanya hormon estrogen di usia produktif. Ketika memasuki masa menopuse, hormon estrogen tak lagi bisa melindungi sehingga resiko terkena stroke menjadi sama dengan laki-laki. Itulah sebabnya, stroke pada wanita berakibat lebih fatal karena terjadi di usia lanjut. Bagaimanapun ketika manusia berusia lanjut, pemulihan dari berbagai macam penyakit menjadi lebih lambat dan sulit. Karena itu, dorong para nenek untuk mengikuti klub senam lansia (lanjut usia) yang biasanya ada di lingkungan RT atau RW dan puskesmas. Selain melatih gerakan-gerakan ringan untuk melancarkan peredaran darah, biasanya ada kunjungan tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan gaya hidup sehat bagi lansia.

5. Usia


Stroke memang lebih banyak menyerang orang lanjut usia karena imunitas yang melemah dan tumpukan masalah kesehatan dari waktu ke waktu sejak dari usia muda. Sama seperti no 4, para lansia sebaiknya bergabung dengan klub senam di kampung-kampung dan puskesmas agar mendapat pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan gratis. Bahkan di kampung-kampung yang sudah maju juga ada pembagian makanan sehat seperti posyandu balita tapi untuk lansia. Kadang ada juga yang menggabungkan kegiatan lansia dengan posyandu. Jika ingin suasana lain, bisa bergabung dengan senam taichi atau semacamnya yang biasanya ada setiap akhir pekan di lapangan-lapangan atau tempat-tempat umum. Namun untuk masa pandemi ini harus dibatasi dulu karena lansia juga merupakan kelompok usia yang paling rentan terpapar virus corona. Dokter yang merawat ayah juga berpesan sebaiknya para lansia memilih kegiatan yang santai dan tidak menggerakkan tubuh secara berlebihan.





Post a Comment

0 Comments