Tips Mengemudi Antarkota untuk Pemula agar Aman dan Tidak Cepat Lelah
![]() |
| Perjalanan roadtrip melewati gerbang tol Madiun. Foto milik www.jalansitu.com |
Mengemudi antarkota dulu terdengar menegangkan bagi kami. Apalagi rute yang dilalui adalah jalur Lintas Sumatra dengan truk besar, jalan rusak, dan perjalanan berjam-jam melewati area hutan yang sepi. Tapi karena penasaran, akhirnya kami beranikan diri mencoba roadtrip Yogyakarta-Pekanbaru.
Dari pengalaman itu kami sadar, kunci utama mengemudi jarak jauh ternyata bukan keberanian, melainkan kesabaran dan kemampuan menjaga konsentrasi. Apalagi zaman sekarang sudah banyak jalan tol yang membuat pengemudi mudah terpancing untuk mengebut dan gampang mengantuk.
Sejauh ini kami sudah roadtrip ke berbagai kota di Jawa, serta rute Pekanbaru-Padang dan Pekanbaru-Medan pulang pergi. Dari pengalaman tersebut, kami ingin membagikan hal-hal yang perlu diperhatikan.
Hal-hal yang Paling Penting Saat Mengemudi Antarkota
Jalur antarkota sekarang, terutama yang berada di Jawa, sudah terbantu dengan banyaknya jalan tol. Namun ini juga menjadi tantangan tersendiri karena pengemudi akan berada dalam situasi monoton untuk waktu lama.
Berikut ini adalah hal-hal yang paling penting diperhatikan saat mengemudi antarkota.
Wajib Punya SIM
SIM menunjukkan bahwa seseorang sudah memenuhi syarat dasar untuk mengemudi kendaraan di jalan raya. Untuk mengemudikan kendaraan, warga harus sudah memiliki SIM.Kondisi Kendaraan
Kondisi kendaraan meliputi perlengkapan kendaraan tersebut dan penumpangnya.- Lakukan perawatan kendaraan, yaitu memeriksa mesin, ban, rem, lampu hingga wiper.
- Kendaraan tidak over capacity.
- Anak kecil perlu mengenakan car seat.
- Bawa perlengkapan mekanik, seperti kunci ban, kunci inggris, dongkrat, lampu senter dan sebagainya.
- Pasang HP holder untuk menghidupkan Google Map.
Kondisi Tubuh
Mengemudi selama berjam-berjam dengan posisi tubuh yang sama perlu persiapan yang matang. Jika sedang tidak enak badan tidak perlu memaksakan diri.Berikut ini adalah kondisi tubuh yang baik untuk mengemudi:
- Tidak mudah lelah dan kram.
- Tidak sedang vertigo, migren, hingga darah tinggi.
- Menggunakan kacamata atau softlenses jika mata minus atau plus.
- Gunakan sunglasses jika matahari terik.
Atasi Kelelahan Menyetir
Kelelahan sering menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya. Berikut ini adalah beberapa cara mengurangi kelelahan menyetir:- Istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan.
- Minum air satu jam sekali meski tidak haus.
- Manfaatkan rest area untuk salat, sekalian untuk melemaskan persendian.
- Menyetel musik, lagu, atau podcast kesukaan.
- Mengobrol dengan penumpang.
- Jangan telat makan.
Tahu Kapan Harus Berhenti dan Istirahat
Jangan memaksakan diri jika mulai kehilangan fokus atau mengalami microsleep, yaitu kondisi tertidur beberapa detik tanpa sadar saat menyetir.Berikut ini adalah momen yang wajib menjadi pertimbangan untuk berhenti:
- Mengantuk.
- Tubuh menunjukkan gejala yang tidak biasa, misalnya pandangan kabur, kepala pusing, perut mual dan sebagainya.
- Tiap 2 jam sekali selama 15 menit meski tidak ingin ke toilet atau tidak mengantuk.
- Hampir terpancing emosi oleh pengemudi lain.
Jangan Terpancing Menyalip
Salah satu penyebab kecelakaan saat roadtrip adalah emosi dan keinginan untuk terus mendahului kendaraan lain. Padahal kondisi jalan antarkota sering berubah mendadak dan tidak semua jalur aman untuk menyalip.Berikut ini adalah tips menyalip yang aman di jalan antarkota:
Posisi Iring-iringan
Dalam posisi iring-iringan, kesabaran harus dijaga. Sebelum menyalip, pandangan harus bebas, misalnya di kelokan atau jalan naik turun (cilukba).Hindari Konvoi
Hindari mengekor kendaraan lain dalam jarak dekat karena bisa saja kendaraan tersebut mendadak banting setir ke kiri jika melihat mobil di jalur lawan. Akibatnya, kendaraan kita terjebak berpapasan dengan kendaraan dari jalur lawan tanpa sempat menghindar.Hindari Emosi
Pertengkaran dengan pengemudi lain dapat memicu kejar-kejaran dan saling menyalip.Perhatikan Rambu Lalu-lintas
Menyalip hanya boleh dilakukan pada marka jalan putus-putus. Selain itu, perhatikan pula rambu lainnya, seperti jalanan menurun, menyempit, jembatan dan sebagainya.Jangan Menyalip di Bahu Jalan
Meski terlihat lengang, hindari menyalip dari bahu jalan. Bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat, misalnya mobil mogok.Jangan Menyalip di Blind Spot
Contohnya ketika tidak bisa melihat mobil dari arah lawan di tikungan karena pandangan terhalang tikungan tajam, pohon atau kendaraan lain.Membaca Gerakan Kendaraan Depan
Ada beberapa gerakan kendaraan depan yang penting untuk diperhatikan, antara lain.- Percaya dengan apa yang dilihat sopir kendaraan depan.
- Ikut mengerem jika mobil depan mengerem.
- Tidak menyalip jika mobil depan sein kanan meski tidak ada belokan karena kemungkinan ada halangan lain.
- Sabar menunggu gerakan mobil depan, apakah akan berhenti atau berjalan normal kembali.
Jangan Menjadikan Ambulans Sebagai Pembuka Jalan
Ambulans yang berkecepatan tinggi karena membawa pasien sangat berbahaya jika dikuntit. Ambulans bisa saja mengerem atau melakukan manuver mendadak lainnya sesuai dengan kondisi jalan.Tips Mengemudi Antarkota pada Malam Hari
Tantangan menyetir antarkota pada malam hari lebih besar karena truk, bus dan travel jarak jauh menguasai jalan provinsi, nasional dan tol. Umumnya bus dan travel melaju dalam kecepatan tinggi, sementara truk besar sering memenuhi jalur karena membawa muatan berat.Contohnya adalah ketika kami menelusuri Jalan lintas Sumatra. Pada saat itu malam terasa sangat panjang karena beberapa area masih gelap dan minim permukiman. Sementara banyak truk container, serta truk besar pengangkut kayu dan hasil bumi lainnya. Konsentrasi benar-benar diuji dalam kondisi seperti ini.
Berikut ini adalah tips mengemudi antarkota pada malam hari:
- Mata harus sudah terlatih dengan kilatan lampu kendaraan dari arah lawan.
- Pastikan lampu depan, belakang dan sein bekerja dengan baik.
- Pastikan wiper bekerja dengan baik karena jika hujan, pandangan akan jauh lebih buram daripada di siang hari.
- Pastikan AC dan defogger bekerja dengan baik agar kaca tidak mengembun.
- Jika tidak ada AC, buka jendela sedikit agar suhu di dalam dan luar ruangan tidak berbeda jauh.
- Hindari ikut konvoi bus atau travel, apalagi dalam kecepatan tinggi, karena antisipasi terhadap pengereman mendadak akan sulit dilakukan.
- Manfaatkan sorot lampu mobil dari jalur lawan untuk melihat apakah jalur lawan aman atau tidak untuk menyalip .
Kalau teman-teman sendiri, pernah punya pengalaman mengemudi antarkota yang paling menantang?

Post a Comment